Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengirim 9,7 ton beras cadangan pangan secara gratis ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) akibat dampak kekeringan yang melanda di sana. Bantuan tersebut dikirim ke Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai bersama sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kaltim, Ujang Rachmad, mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu menghadapi dampak kekeringan. Menurutnya, kekeringan tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi, produksi pangan hingga ketersediaan kebutuhan pokok.
"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan kehadiran pemerintah bersama seluruh mitra dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan," ujar Ujang saat pelepasan angkutan cadangan pangan pemerintah dan operasi pasar, Senin (17/8/2026).
Ujang mengatakan pemerintah menyiapkan dua skema dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Mahulu, yakni melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar serta cadangan pangan pemerintah. Komoditas dalam operasi pasar dijual dengan harga terjangkau, sedangkan cadangan pangan pemerintah diberikan secara gratis kepada masyarakat.
"Kalau itu memang dijual barangnya dengan harga di Samarinda. Sementara kalau cadangan pangan kita berikan gratis," terangnya.
Pada pengiriman ini, pemerintah membawa cadangan pangan beras kemasan 5 kilogram ke Mahulu. Jumlah tersebut setara hampir sekitar 10 ton beras yang akan disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di Long Apari dan Long Pahangai.
"Kemudian cadangan pangan pemerintah berupa beras dengan kemasan 5 kg sebanyak 2.400 sak atau 9,7 ton, hampir 10 ton," jelasnya.
(des/des)