Kronologi Remaja di Mempawah Jatuh dari Pikap Saat Pasang Bendera

Kalimantan Barat

Kronologi Remaja di Mempawah Jatuh dari Pikap Saat Pasang Bendera

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Senin, 17 Agu 2026 17:30 WIB
Remaja di Mempawah terjatuh dari pikap saat pemasangan bendera merah putih sambut hari kemerdekaan. (dok Istimewa)
Foto: Remaja di Mempawah terjatuh dari pikap saat pemasangan bendera merah putih sambut hari kemerdekaan. (dok Istimewa)
Mempawah -

Aksi gotong royong warga di Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, meninggalkan duka, karena salah satu warga jatuh dari pikap. Korban bernama Perianto itu hingga akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat.

Remaja tersebut awalnya mengikuti kegiatan gotong royong warga pada Minggu (16/8). Mereka menghias jalan desa dan memasang bendera untuk memperingati HUT ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia.

Saat rombongan warga bergerak memasang bendera dan umbul-umbul, Perianto disebut berlari mengejar rombongan dan kemudian ikut bergabung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia berlari mengejar rombongan kami dan ikut memasang sejumlah bendera dan umbul-umbul," ujar Ketua panitia kegiatan kemerdekaan di Desa Takong, Desta, Senin (17/8/2026).

Nahas terjadi ketika rombongan sampai di persimpangan menuju pasar desa. Saat itu, Perianto berada di kendaraan yang membawa sejumlah bendera dan umbul-umbul. Salah satu bendera yang dibawa disebut terlepas. Perianto berusaha mengejarnya hingga akhirnya terjatuh dari mobil pikap tersebut.

"Sesampainya di persimpangan arah pasar, tiba-tiba korban terjatuh dan mengalami luka di kepala," ungkap Desta.

Warga yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan dan membawa Perianto ke rumah sakit terdekat. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Menjalin, Kabupaten Landak. Namun, kondisi Perianto memburuk akibat cedera serius pada bagian kepala.

Pihak rumah sakit kemudian merujuknya ke RS Antonius Pontianak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Perianto menjalani penanganan intensif di rumah sakit. Dokter bahkan melakukan operasi untuk menangani cedera pada bagian kepalanya.

Namun, upaya medis tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Perianto meninggal dunia pada Senin (17/8), bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Perianto sendiri sebetulnya adalah warga desa sebelah, namun memang sering berkegiatan di Desa Sepang.

Jenazah Perianto rencananya dimakamkan di tanah kelahirannya, Desa Pak Utan, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, pada Selasa (18/8/2026).



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads