Ada yang beda dari barisan polisi di tepi jalan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Alih-alih melakukan razia, personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltara melakukan aksi bagi-bagi bendera menyambut HUT ke-81 RI.
Salah seorang warga Sengkawit bernama Inul Eva mengaku sempat merasa kaget melihat petugas berseragam coklat saat melintas di lokasi.
"Saya sempat kaget dan panik lihat dari kejauhan ada banyak polisi. Saya khawatir ada razia. Sekalipun (surat kendaraan) saya lengkap, tapi kadang kalau ada banyak polisi lalu lintas di jalan ya kadang kita pikir ada razia," ujar Inul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepanikan Inul seketika berganti senyum lega ketika motornya dihampiri petugas. Bukannya diminta menunjukkan SIM atau STNK, ia justru disapa ramah dan diberikan bendera Merah Putih kecil untuk dipasangkan di kendaraannya.
Dirlantas Polda Kaltara Kombes Jamal Alam menjelaskan reaksi spontan warga seperti yang dialami Inul menjadi alasan utama diluncurkannya pendekatan tersebut. Pembagian bendera di jalan raya dimanfaatkan untuk mengikis stigma kaku kepolisian sekaligus menyelipkan edukasi keselamatan berkendara.
"Kehadiran Polantas tidak semata-mata dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang memberikan edukasi, pelayanan, dan mengajak masyarakat bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas," kata Dirlantas Polda Kaltara Kombes Pol Jamal Alam, Minggu (16/8/2026).
Program unggulan bernama 'Polantas Karib' digelar menjelang puncak perayaan kemerdekaan. Dalam program ini, personel membagikan 5.000 bendera Merah Putih secara serentak kepada para pengguna jalan.
"Salah satu titik pembagian bendera ini terpantau ramai di Jalan Sengkawit, tepatnya di area perempatan Simpang Unikal, Kabupaten Bulungan. Di lokasi ini, kami personel kepolisian tidak berdiam diri di pos, melainkan turun langsung menyapa warga," terangnya.
Jamal menjelaskan, pembagian ribuan bendera tersebut memiliki makna yang strategis. Selain bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme dan menanamkan cinta terhadap tanah air, kegiatan ini menjadi sarana pendekatan humanis untuk mengedukasi masyarakat.
"Tidak ada razia surat-surat dengan wajah tegang. Para petugas justru membagikan bendera sembari menyelipkan pesan-pesan keselamatan berkendara dengan gaya komunikasi yang hangat dan bersahabat kepada pengendara motor maupun mobil," lanjutnya.
"Kita ingin mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan tertib berlalu lintas. Ini adalah wujud nyata menghargai kemerdekaan sekaligus mengutamakan keselamatan di jalan," jelas perwira menengah Polri tersebut.
Aksi ini juga diharapkan menjadi pengingat akan jasa para pahlawan bangsa. Semangat sejarah, perjuangan, dan pengorbanan di masa lalu, menurut Jamal, dapat diteruskan oleh masyarakat saat ini dengan menjaga kedisiplinan bersama.
"Total sebanyak 5.000 bendera didistribusikan secara masif menyasar seluruh wilayah kabupaten dan kota di penjuru Kaltara. Lewat pergerakan serentak ini, Ditlantas Polda Kaltara berharap semangat Polantas Karib benar-benar dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat akar rumput. Merah Putih berkibar, semangat kemerdekaan menyala. Bersama Polantas Karib, mari wujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan," pungkas Jamal.
Simak Video "Video: Polantas Karib: Transformasi Pelayanan Polisi Lalu Lintas"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)
