Banyak Pasien ODHIV Samarinda Enggan Berobat, Stigma dan Akses Jadi Hambatan

Riani Rahayu - detikKalimantan
Kamis, 13 Agu 2026 18:30 WIB
Foto: Peneliti dan Pegiat HIV dari Indonesia AIDS Coalition (IAC) Hilmansyah Panji Utama (Riani Rahayu/detikKalimantan)
Samarinda -

Masih banyak orang dengan HIV (ODHIV) di Samarinda yang belum menjalani pengobatan. Namun, hal ini tidak bisa semata-mata disebabkan keengganan pasien untuk berobat. Stigma hingga akses layanan yang tidak mudah menjadi sejumlah faktor yang membuat ODHIV tidak melanjutkan pengobatan.

Peneliti dan Pegiat HIV dari Indonesia AIDS Coalition (IAC), Hilmansyah Panji Utama, mengatakan kondisi lost to follow up di Samarinda masih menjadi perhatian. Dari sekitar 4.000 kasus HIV secara kumulatif, hanya sekitar separuh yang masih menjalani pengobatan.

"Lost to follow up bukan serta-merta ODHIV-nya tidak mau berobat, tapi ada faktor-faktor lain yang menyebabkan ODHIV tidak bisa untuk berobat," ujarnya kepada detikKalimantan, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, salah satu hambatan berasal dari stigma yang masih muncul di masyarakat maupun layanan kesehatan. Bahkan, kata Hilmansyah, sebagian ODHIV memilih mengakses layanan kesehatan yang lokasinya jauh dari tempat tinggal agar kondisi mereka tetap menjadi rahasia.

"Rata-rata teman-teman ODHIV mengakses layanan jauh dari rumahnya karena dia sangat takut status dia diketahui oleh tetangganya, saudaranya. Dari pengamatan di lapangan pun ODHIV mengalami pandangan tidak mengenakkan saat datang ke layanan kesehatan. Mulai dari bertemu petugas di pintu masuk, sampai ke dalam dan mendapatkab obat, itu mereka ditatap dari kepala sampai kaki," ujarnya.



Simak Video "Menikmati Malam yang Hidup di Kawasan Tepian, Kalimantan Timur"


(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork