Sejak penetapan status Siaga Darurat Karhutla di Palangka Raya pada 1 Juni hingga 12 Agustus 2026, tercatat sudah terjadi 208 kali kebakaran dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 183,08 hektare. Kondisi yang makin mengkhawatirkan membuat pemerintah memperpanjang masa tanggap darurat karhutla.
Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kasus terbanyak. Dari total kejadian tersebut, sebanyak 133 kebakaran tercatat terjadi di wilayah Jekan Raya. Kemudian Kecamatan Sebangau 50 kejadian, Pahandut 19 kejadian, dan Bukit Batu 6 kejadian. Api di sejumlah lokasi mulai mendekati kawasan permukiman. Status tanggap darurat karhutla dan kekeringan pun diperpanjang hingga 8 September 2026
"Kondisi itu pula yang menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota Palangka Raya memperpanjang status tanggap darurat karhutla dan kekeringan hingga 8 September 2026," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, Kamis (13/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan tingginya frekuensi kebakaran menunjukkan kondisi lahan yang semakin rentan terhadap api. Jekan Raya dan Sebangau menjadi wilayah dengan frekuensi kebakaran tertinggi, sebagian besar merupakan lahan gambut dan semak belukar yang mudah terbakar serta cepat menjalar.
"Karena itu, proses pemadaman harus dilanjutkan dengan pembasahan hingga lapisan gambut benar-benar dingin. Jika tidak, titik api yang dianggap sudah padam dapat kembali menyala dan meluas," ujarnya.
Keterbatasan sumber air juga menjadi salah satu kendala di lapangan. BPBD Kota Palangka Raya bersama tim gabungan mulai membangun sejumlah titik sumur bor di sekitar kawasan rawan kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan air tersedia ketika petugas harus menangani api di lokasi yang jauh dari sumber air.
Penanganan karhutla melibatkan kekuatan lintas instansi, mulai dari BPBD Kota dan Provinsi, Dinas Kehutanan, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI melalui Kodim 1016, Polri, Satpol PP, hingga kelompok Masyarakat Peduli Api.
Puluhan kelompok masyarakat dari berbagai blok dan perusahaan juga ikut membantu proses pemadaman di lapangan. Heri menegaskan kecepatan laporan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar. Untuk memudahkan pelaporan, masyarakat dapat menghubungi nomor informasi 0822 5588 2532.
