Sebuah kelompok pencinta laut terbentuk di Kalimantan Utara (Kaltara). Namanya Komunitas Freedivers Kota Tarakan.
Komunitas ini bukan sekadar sebagai wadah olahraga ekstrem selam bebas. Namun punya komitmen ketat yakni menjelajah keindahan bawah laut tanpa merusak ekosistem, termasuk memegang teguh prinsip pantang menyentuh biota laut.
Kini, komunitas tersebut terdiri dari 27 anggota bersertifikat resmi (certified) serta 50 anggota pemula yang masih aktif belajar. Untuk mengasah kemampuan, mereka rutin berlatih di Kolam Tirto 10, Kodaeral XIII, di bawah pengawasan penyelam dan instruktur bersertifikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komunitas Freedivers saat melakukan renang bebas di Perairan Maratua. (Freedivers Tarakan) |
"Menyelam dengan ilmu pengetahuan itu lebih aman dan menyelamatkan, baik untuk diri sendiri, orang lain, maupun laut. Ilmu adalah napas pertama setiap penyelaman, tidak ada penyelaman tanpa ilmu. Prinsip tersebut tercermin dalam pedoman utama komunitas, "Menyelam dengan ilmu pengetahuan, berlatih dengan disiplin, hormati samudra dan manusia." kata Ketua Freedivers Tarakan, Yenny Anggraeni kepada detikKalimantan, Kamis (6/8/2026).
"Freediving tidak sebatas menahan napas dan menyelam di kedalaman atau berfoto di bawah air. Ada prinsip keilmuan dan etika lingkungan yang wajib dipegang oleh setiap anggota," lanjutnya.
Yenny menegaskan, bentuk penghormatan terhadap lautan diwujudkan dengan menjaga etika penyelaman secara ketat. Anggota dilarang keras merusak terumbu karang, membuang sampah, serta menyentuh atau mengambil biota laut dalam bentuk apa pun.
Komunitas Freedivers saat melakukan renang bebas di Perairan Maratua. (Freedivers Tarakan) |
"Bagi kami, menikmati laut itu tidak cukup sekadar datang, menyelam, foto-foto, lalu pergi. Menghormati laut artinya tidak merusak ekosistem, tidak menyentuh biota, dan menyelam dengan penuh tanggung jawab. Setiap kali main ke laut, kami berusaha membawa pulang sampah dan membawa pulang ilmu," tegasnya.
Selain menyelam di perairan Tarakan, jelajah bawah laut komunitas ini telah menjangkau spot populer seperti Pulau Maratua dan Derawan, Provinsi Kalimantan Timur Ke depan, mereka bertekad meng eksplorasi seluruh perairan Kaltara.
"Tak hanya fokus di dalam air, kami juga aktif di darat dan pesisir melalui aksi konservasi mangrove, pembersihan sampah pantai (beach clean-up), serta edukasi masyarakat mengenai keanekaragaman biota laut mulai dari terumbu karang, padang lamun, hingga satwa laut dilindungi," bebernya.
Melalui gerakan ini, Yenny berharap dapat menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi ocean lover yang bertanggung jawab.
"Intinya fokus kami sederhana, menikmati laut dengan bijak, menjaga laut dengan nyata, dan mengajak anak muda untuk ikut melestarikan laut. Kami berharap perairan Tarakan kelak bisa berkembang menjadi destinasi wisata bahari dan kawasan konservasi yang berkelanjutan," pungkas Yenny.


