Kalimantan Barat

Warga Protes Bau Diduga dari Limbah Medis RSUD Soedarso, Direktur Tanggapi

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Rabu, 05 Agu 2026 21:01 WIB
Foto: Pengolahan limbah medis RSUD dr Soedarso (Dok. Istimewa)
Pontianak -

Warga yang bermukim di sekitar RSUD dr Soedarso Pontianak mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari proses pembakaran limbah medis di rumah sakit tersebut. Bau itu disebut berulang kali tercium hingga ke permukiman dan memaksa warga menutup pintu serta jendela rumah agar aroma tidak masuk ke dalam ruangan.

Keluhan datang dari warga RT 01 RW 12 Gang Sederhana yang lokasinya berbatasan dengan area belakang RSUD Soedarso, tempat incinerator atau alat pembakaran limbah medis berada.

Salah seorang warga bernama Kurniawan mengatakan bau menyengat itu berasal dari area belakang RSUD Soedarso yang menjadi lokasi pembakaran limbah medis. Rumahnya di RT 01 RW 12 Gang Sederhana berada tak jauh dari rumah sakit tersebut.

"Memang tidak setiap hari, tetapi pada waktu-waktu tertentu saat ada pembakaran limbah, baunya sangat menyengat. Apalagi ketika angin mengarah ke rumah warga, aromanya sangat menusuk seperti bau obat-obatan bekas dibakar," kata Kurniawan, Rabu (5/8/2026).

Menurut dia, bau tersebut cukup mengganggu sehingga warga kerap menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi aroma yang masuk ke dalam ruangan. Kurniawan berharap pengelolaan limbah medis di rumah sakit pelat merah itu dapat dievaluasi agar tidak menimbulkan polusi udara yang berdampak terhadap masyarakat sekitar.

"Kami biasanya langsung menutup pintu rumah karena hawanya sudah tidak enak. Harapannya ini bisa menjadi perhatian pihak RSUD Soedarso karena warga di sekitar cukup terdampak," ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD Soedarso, Harry Agung Tjhayadi, mengaku akan mengecek kembali operasional incinerator yang digunakan untuk memusnahkan limbah medis.

"Nanti saya cek, karena belum lama ini sudah dilakukan perbaikan. Biasanya asap muncul saat pembakaran awal saja, setelah itu emisinya dalam kategori aman. Terima kasih atas informasinya," kata Harry.

Harry menjelaskan, secara teknis fasilitas incinerator yang dimiliki RSUD Soedarso telah memenuhi persyaratan, termasuk ketinggian cerobong asap.

"Kalau standar ketinggian cerobong dan mesin incinerator sudah memenuhi syarat. Nanti kami observasi lagi," ujarnya.



Simak Video "Video: Parah! Got di Palabuhanratu Disumpal Gunungan Limbah Medis"

(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB