Buntut Panjang Ucapan 'Kayak Sirkus' Deddy Sitorus

Tim detikcom - detikKalimantan
Sabtu, 01 Agu 2026 10:30 WIB
Deddy Sitorus. Foto: Tangkapan Layar YouTube TVR Parlemen
Jakarta -

Ucapan 'kayak sirkus' yang dilontarkan anggota Komisi II DPR Fraksi PDIP Deddy Sitorus menimbulkan efek berlarut-larut. Legislator dari Dapil Kalimantan Utara itu kemungkinan akan diperiksa oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Sebaliknya, Deddy sendiri juga tengah mempersiapkan langkah hukum untuk meng-counter dugaan fitnah tersebut.

Menurut rangkuman detikcom, peristiwa bermula ketika sejumlah wartawan memantau rapat Komisi II di Gedung Senayan, Jakarta, pada Kamis (30/7). Ketika Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco hadir, sejumlah wartawan itu berusaha mendokumentasikan hingga ikut masuk ke dalam ruang rapat Komisi II yang sebelumnya tertutup.

Beberapa saat kemudian, Deddy yang berada di ruang rapat menanggapi situasi tersebut dan berkata 'kayak sirkus'. Ia juga mengucapkan 'ke atas' seperti memberikan arahan kepada wartawan untuk naik ke balkon.

Ucapan itu menimbulkan keberatan dari pihak Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP). Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP Erwin Syahputra menilai ucapan 'kayak sirkus' bernada merendahkan. Ia pun menuntut agar Deddy Sitorus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

"Pada hari ini kami merasa dihina, dilecehkan oleh anggota DPR RI di mana tadi pada acara liputan di Komisi II, yang mana rapat agenda tersebut secara terbuka boleh untuk dilakukan liputan. Namun, atas tindakan dan ucapan yang dilakukan oleh Saudara Deddy Sitorus, yang menyatakan bahwa kami wartawan ini seperti gerombolan sirkus, itu kami anggap pelecehan yang sangat luar biasa," ujarnya dalam konferensi pers di DPR, Kamis (30/7/2026).

Deddy Sitorus Bantah

Di sisi lain, Deddy menampik bahwa dirinya menyebut wartawan sebagai 'sirkus' atau gerombolan sirkus. Ia bahkan menyebut KWP diduga memfitnah karena menurutnya tidak ada kata-kata 'wartawan' dalam ucapannya.

"Yang saya protes TA dan staf yang bergerombol di dalam, padahal sudah disediakan tempat di balkon. Coba Anda periksa rekamannya, ada nggak saya sebut wartawan? Jangan memfitnah!" tegas Deddy saat dihubungi, Kamis (30/7/2026).

Deddy menyayangkan sikap KWP yang langsung menuduhnya. Menurut Deddy, seharusnya wartawan lebih objektif dan melakukan pengecekan ulang terlebih dulu.

"Sebagai wartawan, baiknya lakukan check and recheck dulu sebelum bereaksi," lanjutnya.



Simak Video "Video Legislator PDIP Usul Anggaran MBG 1 Minggu Dialihkan ke Bencana Sumatera"


(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork