Pemadaman listrik bergilir terjadi di Kalimantan Selatan. Rentang waktu pemadaman mulai tiga hingga enam jam.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Tengah, Iwan Soelistijono menyebut pemadaman terjadi karena pemeliharaan salah satu pembangkit PLTGU. "Untuk menghindari padam meluas, diperlukan pola padam bergilir," sebut Iwan dalam potongan chat bersama Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, Minggu (26/7/2026).
Iwan mengatakan mulai pekan depan, diusahakan pemadaman bergilir akan dikurangi intensitasnya. Ia juga meminta doa dari salah satu ulama karismatik Kalsel, Guru Adam terkait permasalahan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai pemadaman bergilir yang terjadi, Iwan meminta pedagang atau masyarakat bisa mengurangi pemakaian listrik. Sehingga meminimalisir pemadaman listrik bergilir.
"Supaya tidak banyak pemadaman, kami memohon kepada masyarakat pelanggan untuk mengurangi penggunaan sebesar 40 persen. Jadi yang menyala hanya freezer," ujar Iwan.
Iwan menilai solusi mengurangi penggunaan listrik sebesar 40 persen merupakan pilihan terbaik untuk masyarakat yang terdampak. Selain itu, ia kembali mengingatkan pesan Guru Adam untuk masyarakat Banua bisa tetap bersatu.
"Ini sebagai solusi kepada pelanggan terdampak. Kita semua harus bersatu, itu pesan Guru Adam," tutur Iwan.
Diketahui, pemadaman listrik bergilir ini sudah terjadi selama sepekan terakhir. Pemadaman terjadi secara berjadwal dan dibagi per wilayah.
Rentang waktu pemadaman listrik mulai tiga hingga enam jam. Bahkan juga terjadi pada pagi, siang, sore, malam hingga dini hari.
Belum diketahui pasti, hingga kapan pemadaman listrik bergilir akan terjadi. Iwan mengatakan pihaknya sudah memberikan bantuan genset, dan UPS di rumah ibadah di Kalsel.
"Kita sudah menggerakkan genset dan UPS di tempat-tempat rumah ibadah dan membagikan lampu emergency," tutupnya.
