Penyaluran Bantuan Pangan di Banjarmasin Diprotes, Lurah: Data Bulog Tak Valid

Kalimantan Selatan

Penyaluran Bantuan Pangan di Banjarmasin Diprotes, Lurah: Data Bulog Tak Valid

Khairun Nisa - detikKalimantan
Rabu, 22 Jul 2026 21:45 WIB
Lurah Pemurus Baru Budi Rahmadhani menemui warga yang protes bantuan pangan.
Foto: Lurah Pemurus Baru Budi Rahmadhani menemui warga yang protes bantuan pangan (Khairun Nisa/detikKalimantan)
Banjarmasin -

Warga di Kelurahan Pemurus Baru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan memprotes pembagian bantuan pangan (bapang) yang dinilai tak adil. Lurah Pemurus Baru Budi Rahmadhani menyebut dugaan kekeliruan penyaluran bantuan pangan itu karena kesalahan data dari Bulog.

Ia menilai data dari Bulog tidak sepenuhnya valid dan membuat bantuan banyak tidak tersalurkan kepada penerima. Sebagian penerima dari data Bulog ada yang meninggal dunia, dan berpindah tempat tinggal.

"Jadi dari data Bulog itu tidak semuanya valid. Ada juga yang dari data itu warga yang sudah meninggal, berhalangan hadir karena kerja atau pindah domisili sehingga tidak bisa mengambil bantuan itu," terang Budi, Rabu (22/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data baru tidak langsung disinkronkan oleh pihak kelurahan. Sisa bantuan yang tidak diambil langsung dibagikan ke penerima bantuan pengganti yang ada di beberapa RT.

Penggantian penerima bantuan pangan itu dilakukan pihak kelurahan dengan melibatkan RT-RT setempat. Namun, penggantian penerima tersebut memunculkan pertanyaan mengenai spesifikasi dan kriteria pengganti.

"Kami inisiatif mengganti penerimaan yang tidak ada melalui usulan dari RT-RT yang ada. Kami meminta RT menginfokan warga kurang mampu yang ada di wilayahnya," ujar Budi.

Budi melanjutkan, pihaknya menelpon satu persatu RT untuk menanyakan penerima bantuan pengganti yang berhak menerima bapang dari Bulog. Namun, pada hari pembagian beras bapang, kondisi di lapangan sudah tidak bisa dikontrol oleh petugas kelurahan. Hal ini menyebabkan banyak bantuan yang akhirnya diterima oleh orang-orang yang tidak tepat. Budi mengatakan proses pembagian harus segera dilakukan sebab sesuai permintaan dari Bulog.

"Pada hari Kamis waktu pembagian itu, kami sudah tidak bisa mengontrol siapa saja yang mengambil. Karena sangat banyak orangnya, sangat chaos," tuturnya.

Disinggung mengenai keterlibatan pihak orang dalam untuk pembagian bapang pengganti, Budi menyebut tidak ada ditemukan. Hanya saja ada sebagian dari rekomendasi RT namun juga tidak bisa diketahui lagi kelanjutannya.

"Karena saat pembagian itu sangat chaos. Jadi tidak bisa lagi kami mendata detil," ucapnya.

Budi berharap ke depannya sistem pembagian bapang di lingkungannya bisa lebih tertata rapi dan bisa tersalurkan dengan tepat. Budi berjanji akan memperbaiki sistem pembagian bapang di masa mendatang.

"Nanti akan kita perbaiki lagi sistem pembagiannya dan lainnya," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads