Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 01 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di kawasan Wengga Metropolitan terus dikebut. Hingga pertengahan Juli 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan tuntas pada 9 September 2026.
Tambahan waktu penyelesaian selama dua bulan diberikan melalui adendum dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar seluruh fasilitas dapat diselesaikan secara maksimal sebelum digunakan.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kotim, M Fahrizal Rahmani, mengatakan Kotim menjadi salah satu dari dua daerah di Kalimantan Tengah yang pembangunan Sekolah Rakyatnya belum mencapai 100 persen, bersama Kabupaten Gunung Mas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proyek ini diadendum oleh Kementerian PU selama dua bulan. Sampai 9 September pelaksanaannya harus sudah selesai. Kami optimistis target tersebut bisa tercapai," ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Saat ini, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian gedung serbaguna yang akan menjadi pusat berbagai aktivitas siswa, termasuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
"Menurut pelaksana, progres pembangunan sudah hampir 80 persen. Gedung serbaguna menjadi salah satu prioritas agar bisa segera digunakan untuk MPLS dan kegiatan siswa lainnya," jelas Fahrizal.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal. Berdasarkan hasil peninjauan terakhir, pemasangan atap telah rampung, sedangkan pekerjaan dinding masih terus dikebut.
"Komitmennya mereka sanggup menyelesaikan sesuai tenggat. Terakhir kami meninjau, atap sudah terpasang dan pekerjaan dinding terus berjalan. Mudah-mudahan selesai tepat waktu," tambahnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Kotim nantinya akan menjadi pusat pendidikan berasrama yang mampu menampung sekitar 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
Meski gedung permanen masih dalam tahap penyelesaian, aktivitas pendidikan mulai dipersiapkan. Sebanyak 270 siswa baru dijadwalkan mengikuti MPLS pada 30 Juli 2026 di kawasan Sekolah Rakyat tersebut.
Sementara itu, sekitar 100 siswa yang saat ini masih belajar di Sekolah Rakyat rintisan di kawasan Islamic Center Sampit akan dipindahkan ke gedung baru setelah seluruh fasilitas dinyatakan siap digunakan.
Keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi ini diharapkan menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadi salah satu pusat pendidikan berasrama terbesar di Kotawaringin Timur.
