Menteri PU Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Walau Terkendala Dana

Menteri PU Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Walau Terkendala Dana

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Kamis, 28 Mei 2026 19:21 WIB
Pembangunan Sekolah Rakyat di Pontianak Utara
Pembangunan Sekolah Rakyat di Pontianak Utara/Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan
Pontianak -

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat (Kalbar). Dalam kunjungannya, Dody memastikan proyek strategis pemerintah itu tetap dikebut agar dapat difungsikan tepat waktu pada Juli 2026.

"Kita lagi kejar supaya selesai. Mudah-mudahan dengan support Pak Panglima, Pak Kasad, kemudian support dari Danantara untuk pendanaan, mudah-mudahan selesai," kata Dody saat meninjau lokasi pembangunan di Kota Singkawang, Kamis (28/5/2026).

Ia mengatakan pemerintah pusat terus melakukan percepatan pembangunan di sejumlah titik Sekolah Rakyat. Menurutnya, kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya hanya memastikan apa yang kurang, apa yang belum. Jadi laporan yang saya terima itu bukan PHP lagi, tapi saya cek langsung di lapangan. Itu yang memang harus ter-deliver on time," ujarnya.

Dody juga mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi hambatan pembangunan. Salah satunya terkait kekurangan tenaga kerja dan dukungan pendanaan.

"Tadi misalnya kurang tenaga, butuh trainee, saya sudah komunikasi ke Pak Panglima. Minggu lalu Direktur Wika juga mengatakan kurang uang. Saya minta tolong teman-teman di Danantara agar support pendanaan," katanya.

Ia menegaskan program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan angka kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan. Karena itu, proyek tersebut diminta selesai tepat waktu agar segera dimanfaatkan masyarakat.

"Pokoknya program pemerintah yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem harus bisa selesai on time. Adik-adik yang hari ini masih dalam kondisi prasejahtera bisa masuk sekolah dengan fasilitas yang baik," ujarnya.

Saat ditanya soal kendala utama pembangunan, ia secara terbuka menyebut masalah pendanaan menjadi persoalan paling mendasar. "Kendala paling utama sebetulnya uang. Walaupun Wika nggak mau ngomong. Tapi hasil diskusi saya dengan Pak Dony Oskaria dari Danantara, kesulitan utama kontraktor supaya bisa selesai tepat waktu itu ya uang," ungkapnya.

Menurut Dody, persoalan lain seperti tenaga kerja maupun material sebenarnya bisa diatasi apabila dukungan pendanaan tersedia. "Kalau ada uang kan tenaga kerja bisa di-hire, material bisa dibeli. Tapi kondisi ekonomi sekarang kan nggak bisa lagi utang sana-sini," katanya.

Meski demikian, ia tetap optimistis pembangunan Sekolah Rakyat di Kalbar dapat selesai sesuai target. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang dinilai sangat membantu proses percepatan proyek.

"Support dari kepala daerah sangat luar biasa. Dikasih lahan, dibantu perizinan, amdal, banyak sekali. Saya sangat berterima kasih atas dukungan semua kepala daerah," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyatakan pihaknya siap mendukung dan mengawal proses pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya agar berjalan sesuai target pemerintah pusat.

"Kami bersama Pak Wakil (Wali Kota) akan terus memantau perkembangannya sehingga target penyelesaian bisa tercapai dan tidak mengecewakan," katanya.

Lokasi pembangunan Sekolah Rakyat juga terdapat di Kota Pontianak. Menteri PU dan rombongan yang tadinya dijadwalkan ke lokasi yang ada di Jalan Flora, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara itu, mendadak batal.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads