Belasan QR Code Kendaraan di Ketapang Diblokir Pertamina, Kenapa?

Kalimantan Barat

Belasan QR Code Kendaraan di Ketapang Diblokir Pertamina, Kenapa?

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 21 Jul 2026 20:01 WIB
Petugas SPBU di Sunset Road, Bali, memindai QR Code pembelian Pertalite, Rabu (28/8/2024).
Ilustrasi Petugas SPBU memindai QR Code pembelian Pertalite, Rabu (28/8/2024). Foto: Karsiani Putri/detikBali
Ketapang -

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memblokir QR Code milik 15 kendaraan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Pemblokiran dilakukan setelah ditemukan indikasi pembelian BBM secara berulang, diduga tidak sesuai peruntukannya.

Langkah tersebut diambil di tengah upaya Pertamina memperketat pengawasan penyaluran BBM subsidi menyusul masih terjadinya antrean di sejumlah SPBU di Ketapang.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan pemblokiran dilakukan berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) serta pemantauan melalui sistem digitalisasi SPBU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil sidak menunjukkan adanya indikasi pembelian BBM yang tidak sesuai peruntukannya. Sebagai tindak lanjut, Pertamina telah memblokir QR Code dari 15 nomor polisi kendaraan yang terindikasi melakukan pembelian berulang atau penyalahgunaan BBM," kata Edi dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).

Selain melakukan pemblokiran, Pertamina juga meminta seluruh SPBU di Ketapang memperketat pengawasan transaksi. Pengelola SPBU diminta memastikan kesesuaian nomor polisi kendaraan dengan data QR Code, memeriksa kondisi tangki kendaraan, hingga menolak transaksi yang tidak memenuhi ketentuan.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam memperkuat pengawasan penyaluran BBM. Apabila ditemukan keterlibatan lembaga penyalur dalam praktik penyalahgunaan, Pertamina akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Di sisi lain, Pertamina memastikan pasokan BBM di Ketapang mulai kembali diperkuat setelah kapal tanker Seagull 202yang mengangkut Pertalite, Pertamax, dan Biosolar bersandar di Jobber Ketapang pada Selasa (21/7). Distribusi ke SPBU dilakukan secara bertahap.

Pasokan juga didukung dari Integrated Terminal Pontianak dan Fuel Terminal Pangkalan Bun untuk menjaga ketersediaan stok di wilayah Ketapang.

Edi menegaskan penguatan distribusi dilakukan agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi di tengah tingginya permintaan. Ia juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berulang maupun penimbunan.

"Masyarakat juga diminta melaporkan dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM melalui Pertamina Call Center 135 atau kanal pengaduan resmi Pertamina," imbaunya.



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads