Pertamina Laporkan Dugaan Pemindahan BBM Subsidi ke Industri di Kalbar

Pertamina Laporkan Dugaan Pemindahan BBM Subsidi ke Industri di Kalbar

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Senin, 25 Mei 2026 09:45 WIB
Tangkapan layar video dugaan pengalihan BBM subsidi dari tangki merah ke biru di Kalbar. (dok Istimewa)
Foto: Tangkapan layar video dugaan pengalihan BBM subsidi dari tangki merah ke biru di Kalbar. (dok Istimewa)
Pontianak -

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berkoordinasi dan melaporkan dugaan penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Kalimantan Barat kepada aparat penegak hukum (APH). Langkah itu dilakukan setelah video dugaan pemindahan BBM subsidi viral di sosial media.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan investigasi bersama pihak terkait untuk menelusuri dugaan pelanggaran tersebut.

"Pertamina juga berkoordinasi dan melaporkan hal tersebut kepada aparat penegak hukum untuk mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku," kata Edi, Minggu (24/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edi menegaskan Pertamina tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran dalam proses distribusi BBM, terutama BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat.

Menurutnya, apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran, awak mobil tangki (AMT) yang terlibat akan dikenakan sanksi tegas hingga pemutusan hubungan kerja.

"Apabila terbukti terdapat pelanggaran, awak mobil tangki yang terlibat akan dikenakan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja sesuai ketentuan perusahaan," ujarnya.

Selain itu, Pertamina juga akan menjatuhkan sanksi administratif kepada perusahaan transportir yang menaungi kendaraan tangki tersebut.

"Kami memastikan setiap dugaan penyimpangan akan diproses secara serius. Distribusi BBM merupakan layanan publik yang harus dijalankan sesuai prosedur, tepat sasaran, dan sesuai peruntukannya," lanjut Edi.

Edi bilang, pengawasan distribusi juga disebut terus diperkuat melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga penerapan program Subsidi Tepat menggunakan QR Code.

"Kami mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan distribusi di lapangan. Kami juga memastikan pasokan dan distribusi BBM di wilayah Kalbar tetap berjalan normal," katanya.

Sebelumnya, video dugaan pemindahan BBM subsidi dari mobil tangki PT Elnusa Petrofin ke mobil tangki industri milik PT Putera Petro Borneo di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, viral di sosial media.

Informasi yang dihimpun, BBM subsidi tersebut diduga hendak dikirim menuju salah satu SPBU di Kabupaten Ketapang. Kasus itu memicu sorotan publik terhadap pengawasan distribusi BBM subsidi di Kalbar.

Dugaan sementara, BBM tersebut disebut berkaitan dengan anak seorang pengusaha tempat hiburan malam di Kota Pontianak. Tiga oknum yang mengaku sebagai wartawan juga dikabarkan terlibat dalam dugaan ini.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads