Gedung Pandurata RSUD AWS Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

Gedung Pandurata RSUD AWS Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

Riani Rahayu - detikKalimantan
Senin, 20 Jul 2026 19:00 WIB
DPRD dan Dinkes Kaltim cek bangunan baru pandurata di RS AWS Samarinda, Kaltim
DPRD dan Dinkes Kaltim cek bangunan baru pandurata di RS AWS Samarinda/Foto: Riani Rahayu/detikKalimantan
Samarinda -

Gedung Pandurata RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027. Saat ini, Pemerintah Provinsi tengah melengkapi kebutuhan alat kesehatan serta menyelesaikan interior gedung sebelum layanan dibuka untuk masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, dr Jaya Mualimin, mengatakan secara umum bangunan gedung telah rampung. Hanya saja, masih terdapat sejumlah penyempurnaan berskala kecil yang perlu diselesaikan.

"Yang memang perlu diperbaiki itu sifatnya kecil, tidak besar. Dinas Kesehatan sudah menyiapkan anggaran untuk pembelian alat kesehatan, sedangkan interior akan didukung melalui anggaran BLUD rumah sakit," ujarnya usai peninjauan Gedung Pandurata RSUD AWS bersama Komisi III DPRD Kaltim, Senin (20/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jaya mengungkapkan kebutuhan alat kesehatan untuk menunjang operasional gedung baru diperkirakan mencapai Rp 250 miliar. Namun, pada tahun ini Pemprov Kaltim baru mengalokasikan setengahnya.

"Kalau melihat keseluruhan desain, kebutuhan alat kesehatan sekitar Rp 250 miliar. Tahun ini pemerintah mengalokasikan Rp100 miliar," katanya.

Ia menjelaskan, pengoperasian Gedung Pandurata akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal, rumah sakit hanya akan membuka beberapa lantai agar pelayanan dapat segera berjalan tanpa harus menunggu seluruh fasilitas selesai.

"Ya bertahap. Nanti lantai 1, 2, 3, kemudian 4 sampai 8. Jadi tidak semuanya agar mempercepat. Kalau semuanya perlu waktu yang lama. Sementara masyarakat ingin percepatan, apalagi kita tahu IGD membludak dan tempat perawatan juga tidak memadai," jelasnya.

Dengan tambahan gedung perawatan tersebut, kapasitas layanan rawat inap di RSUD AWS diharapkan meningkat sehingga dapat mengurangi kepadatan pasien yang selama ini terjadi. Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kapan gedung baru bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Kami ingin memastikan kepada masyarakat kapan gedung ini bisa digunakan. Itu yang menjadi fokus kami hari ini," tuturnya.

Selain meninjau gedung, Komisi III juga mencermati sejumlah fasilitas pendukung yang masih perlu dikembangkan, seperti area parkir dan akses jalan menuju rumah sakit. Menurut Abdullah, Pemprov Kaltim telah menyiapkan lahan seluas sekitar 5.336 meter persegi yang diperoleh dari Kementerian Kesehatan untuk mendukung pengembangan kawasan RSUD AWS.

"Itu untuk ekspansi ke depannya, termasuk pengembangan area parkir dan perbaikan akses jalan menuju rumah sakit. Insyaallah Januari atau Februari tahun depan sudah bisa dioperasionalkan," pungkasnya.



(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads