Pasien Jantung Diduga Korban Malapraktik, Keluarga Temui Pihak RSUD AWS

Kalimantan Timur

Pasien Jantung Diduga Korban Malapraktik, Keluarga Temui Pihak RSUD AWS

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Rabu, 03 Jun 2026 17:00 WIB
RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Foto: Dok. Istimewa
Samarinda -

Pasien jantung berinisial EW (63) diduga menjadi korban malapraktik di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Pihak keluarga telah bertemu dengan manajemen rumah sakit untuk membahas penanganan kasus tersebut.

Pertemuan berlangsung pada Jumat (29/5) sekitar pukul 15.00 Wita di ruang direktur RSUD AWS. Dalam pertemuan itu, keluarga pasien yang terdiri dari anak dan sejumlah kerabat diterima oleh jajaran direksi serta perwakilan dewan pengawas rumah sakit.

Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD AWS, dr. Arysia Andhina, mengatakan pihak keluarga telah mendapatkan penjelasan terkait langkah yang diambil rumah sakit menyikapi kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertemuan keluarga pasien EW dengan pihak RS AWS sudah terlaksana pada hari Jumat tanggal 29 Mei sekitar jam 15.00 di ruang direktur. Pihak keluarga yang terdiri dari anak pasien dan kerabat lainnya diterima oleh direksi dan perwakilan dewan pengawas RS AWS," ujar Arysia kepada detikKalimantan, Rabu (3/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD AWS menjelaskan bahwa rumah sakit telah mengambil tindakan terhadap tenaga medis yang terlibat dalam penanganan pasien tersebut.

Menurut Arysia, kewenangan tenaga medis tersebut untuk melakukan tindakan intervensi telah dihentikan sementara selama enam bulan sebagai bagian dari langkah internal rumah sakit.

"Keluarga sudah mendengar penjelasan tersebut. RS juga membuat laporan kasus ini ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur," katanya.

Sebelumnya, dugaan kasus malapraktik di RSUD AWS Samarinda menjadi sorotan publik setelah seorang pasien jantung berinisial EW mengalami putusnya kawat medis saat menjalani prosedur pemasangan ring jantung. Kawat medis yang digunakan dalam tindakan tersebut dilaporkan tertinggal di dalam tubuh pasien dan berada di area jantung.

Kasus itu memicu perhatian masyarakat karena keluarga pasien mempertanyakan prosedur penanganan yang dilakukan rumah sakit. RSUD AWS kemudian melakukan evaluasi internal dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menindaklanjuti insiden tersebut.

Pihak rumah sakit menegaskan proses penanganan kasus masih berjalan, termasuk pelaporan kepada Dinas Kesehatan Kalimantan Timur sebagai bentuk tindak lanjut atas insiden yang terjadi.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads