Disdikbud Kotawaringin Barat (Kobar) mengakui SDN 1 Batu Belaman, Kecamatan Kumai, kelebihan murid. Lonjakan jumlah siswa akibat pertumbuhan penduduk membuat sekolah yang hanya memiliki delapan ruang kelas itu membutuhkan tambahan empat ruang belajar agar proses pembelajaran dapat berlangsung normal.
Kepala Disdikbud Kobar, Muhammad Alamsyah, mengatakan kebutuhan pembangunan ruang kelas baru di sekolah tersebut sudah sangat mendesak. Sebab, jumlah peserta didik terus meningkat setiap tahun.
"Real-nya memang over kapasitas karena bertambahnya penduduk di sekitar sekolah tersebut. Sementara sarana dan prasarana memang belum siap," ujar Alamsyah, Jumat (17/7/2026) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan SDN 1 Batu Belaman hanya memiliki delapan kelas, sedangkan kebutuhan ideal mencapai 12 ruang kelas. Kondisi itu membuat sekolah kesulitan menampung seluruh siswa dalam ruang belajar yang layak.
Menurut Alamsyah, berkembangnya kawasan permukiman di Desa Batu Belaman menjadi faktor utama meningkatnya jumlah anak usia sekolah dasar. Sementara itu, pembangunan sarana pendidikan belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan penduduk.
Akibat keterbatasan ruang belajar, sebagian siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di bangunan sederhana yang dibangun melalui swadaya masyarakat. Bangunan tersebut hanya menjadi solusi sementara karena belum dilengkapi meja, kursi, maupun fasilitas belajar yang memadai.
"Kondisi ini menjadi perhatian kami karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan proses belajar mengajar. Pemerintah daerah akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan sarana pendidikan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia," katanya.
Disdikbud berharap penambahan empat ruang kelas baru dapat segera direalisasikan sehingga seluruh siswa dapat belajar di ruang yang representatif tanpa harus menggunakan bangunan darurat maupun belajar dengan duduk lesehan.
Sebelumnya, kondisi memprihatinkan di SDN 1 Batu Belaman menjadi sorotan setelah puluhan siswa harus belajar di lantai sejak awal tahun ajaran 2026. Jumlah murid yang mencapai 343 orang membuat ruang kelas yang tersedia tidak lagi mampu menampung seluruh peserta didik.
Guru SDN 1 Batu Belaman, Syarifah, mengungkapkan sekolah tersebut merupakan satu-satunya sekolah dasar di Desa Batu Belaman, sehingga seluruh anak usia SD di desa itu bersekolah di lokasi yang sama.
"Jumlah murid saat ini mencapai 343 orang. Sebelum kegiatan belajar di ruangan swadaya dimulai, kami sudah menyampaikan kondisi ini kepada orang tua siswa. Mereka memahami, tetapi tentu kami kasihan melihat anak-anak jika terus belajar dengan fasilitas yang serba terbatas," ujarnya.
Syarifah menambahkan, usulan pembangunan ruang kelas baru sebenarnya telah diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sejak 2023 hingga 2024. Bahkan, Dinas Pendidikan telah beberapa kali melakukan peninjauan ke lokasi, namun hingga kini pembangunan belum juga terealisasi.
Selain kekurangan ruang belajar, sekolah juga masih mengalami keterbatasan tenaga pendidik, khususnya guru Pendidikan Agama Islam berstatus definitif. Selama ini kebutuhan tersebut masih ditutupi dengan guru honorer yang dibiayai oleh pihak sekolah.
Sekretaris Desa Batu Belaman, Mahmudin, berharap pembangunan ruang kelas baru segera diwujudkan mengingat jumlah penduduk desa terus bertambah dan hanya terdapat satu sekolah dasar yang melayani seluruh warga.
"Harapan kami semua anak mendapat fasilitas yang sama dalam hal pendidikan," pungkasnya.
