Usai viral video mobil dinas rumah sakit parkir di tempat hiburan malam (THM) di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, RSUD Gusti Abdul Ghani Lamandau buka suara. Pihak RSUD meminta maaf dan akan menangani kasus dengan tegas.
Direktur RSUD Gusti Abdul Ghani Lamandau, Mardoni Setiawan mengatakan RSUD Gusti Abdul Ghani tidak akan mentoleransi penyalahgunaan kendaraan dinas apabila terbukti digunakan di luar kepentingan pelayanan. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar pemberian sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Saya selaku Direktur RSUD Gusti Abdul Ghani menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian ini. Kami akan memberikan tindakan tegas apabila terbukti terjadi penyalahgunaan kendaraan dinas," katanya, Rabu (15/7/2026).
Mardoni menjelaskan mobil tersebut saat itu dibawa oleh seorang perawat. Saat ini pihak manajemen masih melakukan klarifikasi terkait tujuan penggunaannya.
"Yang bersangkutan sedang kami panggil untuk dimintai keterangan," kata Mardoni.
Mardoni menambahkan, saat proses klarifikasi dan pemeriksaan terhadap pegawai yang bersangkutan diserahkan kepada jajaran manajemen rumah sakit.
Ia menegaskan RSUD Gusti Abdul Ghani tidak akan mentoleransi penyalahgunaan kendaraan dinas apabila terbukti digunakan di luar kepentingan pelayanan. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar pemberian sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Diberitakan sebelumnya, sebuah mobil dinas berpelat merah milik RSUD Gusti Abdul Ghani Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah terciduk tengah terparkir di halaman tempat hiburan malam (THM). Video dan fotonya pun viral di media sosial hingga menjadi sorotan publik.
Kendaraan operasional pemerintah tersebut diketahui parkir di salah satu THM yang berlokasi di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat pada Sabtu (11/7) malam. Pihak RSUD pun mengkonfirmasi kebenaran video tersebut.
"Benar, itu mobil spesialis yang dipinjam perawat," kata Direktur RSUD Gusti Abdul Ghani Lamandau, Mardoni Setiawan, Rabu (15/7/2026).
Kemunculan mobil dinas di lokasi tersebut langsung memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan penggunaan kendaraan milik pemerintah yang seharusnya digunakan untuk menunjang pelayanan publik, bukan untuk kepentingan di luar tugas kedinasan.
Simak Video "Video Prabowo Sentil Mobil Dinas Kepala Daerah Rp 8 M: Pejabat Tak Efisien"
(bai/bai)