Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia (RI), seribu Bendera Merah Putih disiapkan untuk dikibarkan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Di balik pembuatan bendera-bendera itu, ada rasa bangga dari para penjahit lokal.
Salah satunya Sarah, penjahit di Ilham Collection, yang dipercaya mengerjakan 1.000 Bendera Merah Putih untuk kegiatan Ekspedisi Merah Putih yang digagas Rumah Jurnalis. Bagi Sarah, pesanan tersebut bukan hanya menjadi berkah karena menambah pekerjaan, tetapi juga pengalaman yang belum pernah ia rasakan selama menjadi penjahit.
"Kalau untuk bendera hanya ini, yang seribu bendera ini. Kalau yang lain belum ada," kata Sarah, Sabtu (11/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku baru pertama kali menerima pesanan menjahit bendera dalam jumlah sebanyak itu. Biasanya, ia lebih sering mengerjakan jahitan pakaian maupun permak.
"Ini sangat membantu untuk kami penjahit di sini. Jahitnya juga lumayan nyaman karena hanya jahitan lurus. Biasanya kami lebih sering mengerjakan permak atau jahitan baju umum," ujarnya.
Meski harus menyelesaikan hingga seribu bendera, Sarah mengatakan proses pengerjaannya tidak terlalu sulit dibanding menjahit pakaian yang membutuhkan pola dan detail lebih rumit.
"Kalau jahitan bendera ini lebih mudah bagi kami walaupun jumlahnya seribu. Tidak ada kesulitan berarti karena jahitannya lurus," katanya.
Pengerjaan ribuan bendera tersebut dilakukan oleh empat orang penjahit. Dengan sistem gotong royong, mereka membagi pekerjaan agar target penyelesaian dapat tercapai sebelum ekspedisi dimulai.
"Enggak memberatkan karena kami berempat yang mengerjakannya," ujarnya.
Hingga kini, sekitar 400 bendera telah selesai dijahit. Sarah memperkirakan seluruh pesanan akan rampung dalam waktu sekitar tiga pekan karena mereka juga tetap menyelesaikan pesanan pelanggan lainnya.
"Sekarang sudah jadi kurang lebih 400 bendera. Mudah-mudahan sekitar tiga minggu sudah selesai," katanya.
Namun, bagi Sarah, yang paling berkesan bukanlah jumlah pesanannya, melainkan fakta bahwa hasil jahitannya akan berkibar di salah satu wilayah terdepan Indonesia.
"Bangga lah bagi kami. Sebelumnya belum pernah menjahit bendera seperti ini. Kalau untuk acara lomba biasanya hanya membuat baju warna merah putih, tapi kalau bendera baru pertama kali. Alhamdulillah kami sangat bangga," tuturnya.
Sebanyak 1.000 Bendera Merah Putih itu akan dikibarkan dalam rangka Ekspedisi Merah Putih yang berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Desa Temajuk.
Kegiatan tersebut akan diikuti 10 jurnalis dari media nasional dan lokal Kalimantan Barat, termasuk detikKalimantan di dalamnya. Gerakan nyata 10 jurnalis ini untuk menggelorakan semangat nasionalisme di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Tak hanya menjadi simbol kecintaan terhadap Tanah Air, kegiatan yang berkolaborasi dengan MyPertamina itu juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Para penjahit yang biasanya mengerjakan pakaian kini turut berkontribusi dalam menghadirkan ribuan bendera yang akan berkibar di batas negeri.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari PT Dharma Inti Bersama (DIB), PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW), Harita Bauxite, dan sektor lainnya.
