Ada 32 Titik Panas Terdeteksi dalam Sehari di Kotawaringin Timur

Kalimantan Tengah

Ada 32 Titik Panas Terdeteksi dalam Sehari di Kotawaringin Timur

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 09 Jul 2026 15:31 WIB
Karhutla di Kotawaringin Timur
Karhutla di Kotawaringin Timur. Foto: BPBD Kotawaringin Timur
Kotawaringin Timur -

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur kembali meningkat. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, sebanyak 32 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah.

Kecamatan Kota Besi menjadi daerah yang paling banyak ditemukan indikasi sumber panas. Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur yang diperbarui pada Kamis (9/7/2026) pukul 07.00 WIB, sebanyak 32 hotspot berada di Kecamatan Kota Besi.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur menegaskan, lonjakan jumlah hotspot tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu meluasnya karhutla apabila tidak segera ditangani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Munculnya 32 hotspot dalam satu hari menjadi perhatian serius bagi kami. Seluruh tim terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, serta pihak terkait lainnya, terutama di Kecamatan Kota Besi yang saat ini menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi," ujarnya, Kamis (8/7/2026).

Desa Soren menjadi lokasi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 21 hotspot, disusul Desa Camba sebanyak 11 hotspot. Sementara itu, masing-masing satu hotspot juga terdeteksi di Desa Tangka Robah, Kecamatan Mentaya Hulu, serta Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga.

Seluruh titik panas tersebut memiliki tingkat kepercayaan tinggi (level 8), yang mengindikasikan kuat adanya sumber panas di lapangan.

Ancaman tersebut semakin diperkuat dengan analisis BMKG yang menyebutkan hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotawaringin Timur, berada pada kategori sangat mudah terbakar untuk periode 9-10 Juli 2026. Kondisi vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah muncul dan cepat menjalar apabila ada pemicu, baik akibat aktivitas manusia maupun faktor lainnya.

"Di sisi lain, peluang turunnya hujan dalam satu hari ke depan juga nyaris tidak ada. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG hingga Jumat (10/7/2026) pukul 07.00 WIB, wilayah Kotawaringin Timur diperkirakan tidak memiliki potensi pertumbuhan awan hujan yang dapat membantu proses pemadaman," ujarnya.

Kondisi tersebut diperkirakan akan menyulitkan upaya petugas yang saat ini masih berjibaku memadamkan kebakaran di sejumlah lokasi, seperti Desa Eka Bahurui di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, serta kawasan Desa Soren dan Desa Camba di Kecamatan Kota Besi.

BPBD pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang sangat kering membuat api sangat mudah membesar dan sulit dikendalikan. Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko karhutla di Kotawaringin Timur," tegasnya.

BPBD berharap seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads