Perahu getek membelah aliran sungai di Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Di atas rakit kayu bermesin itu, sejumlah petugas duduk berdampingan dengan selang, mesin pompa, dan perlengkapan pemadam lainnya, tengah mengejar api yang membakar lahan gambut.
Getek menjadi satu-satunya moda transportasi yang bisa mengantar tim gabungan mendekati lokasi kebakaran. Jalan darat tak lagi bisa diandalkan. Hamparan gambut yang lunak membuat kendaraan operasional tak mampu melintas.
Setelah merapat di tepian, petugas memanggul seluruh perlengkapan pemadaman. Lumpur, genangan air, dan jalur setapak yang sempit membuat perjalanan menuju titik api memakan waktu berjam-jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai di lahan gambut, api tidak selalu tampak menyala di permukaan. Bara mungkin menjalar di bawah tanah sehingga petugas harus memastikan setiap bagian benar-benar basah agar kebakaran tidak muncul kembali.
Komandan Regu Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Sayid Abdul Badawi, mengatakan kondisi seperti itu sudah menjadi tantangan yang hampir selalu dihadapi ketika karhutla terjadi di Raja Seberang.
"Kalau karhutla terjadi di lahan gambut seperti di Kelurahan Raja Seberang, kendaraan tidak bisa masuk. Petugas harus menyeberang sungai menggunakan getek, perjalanan lewat sungai bisa lebih dari satu jam, kemudian dilanjutkan berjalan kaki menuju lokasi," kata Sayid kepada detikKalimantan, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, akses yang sulit membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama dibandingkan kebakaran di lokasi yang dapat dijangkau kendaraan. Petugas berpacu dengan waktu agar kobaran api tidak meluas dan menghanguskan kawasan gambut yang lebih luas.
"Di balik kepulan asap yang terlihat dari kejauhan, ada perjuangan yang jarang terlihat masyarakat. Ada perjalanan panjang menyeberangi sungai, langkah-langkah berat di atas lumpur gambut, dan kerja tanpa mengenal lelah demi menjinakkan api," ujarnya.
Memasuki musim kemarau, Sayid berharap masyarakat ikut menjadi garda terdepan pencegahan karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta segera melaporkan jika menemukan titik kebakaran.
"Peran masyarakat sangat penting. Semakin cepat titik api diketahui, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas," tegasnya.
(des/des)
