Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus meluas dan kini mencapai sekitar empat hektare. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena lokasi kebakaran berada di sekitar kawasan Bandara H Asan Sampit.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, mengungkapkan dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada unsur kesengajaan. Menurutnya, tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu api secara alami di lokasi tersebut
"Dugaan sementara penyebab kebakaran ini karena dibakar. Di lokasi ini tidak ada aktivitas pertambangan. Kalau ada batu bara mungkin bisa terjadi cetusan api, tetapi di sini tidak ada," katanya, Sabtu (4/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Multazam menjelaskan, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Kamis (2/7) dengan luas sekitar 2 hektare. Saat itu petugas telah melakukan upaya pemadaman, namun keterbatasan personel membuat api baru berhasil dikendalikan sekitar 50 persen.
"Saat dilakukan pemantauan kembali pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 hingga 07.30 WIB, kobaran api justru meluas sekitar dua hektare lagi. Dengan demikian, total area yang terbakar diperkirakan telah mencapai empat hektare," ujarnya.
Kondisi di lapangan pun semakin sulit. Api kini telah menjalar ke lahan gambut, sementara sumber air di sekitar lokasi semakin terbatas sehingga menyulitkan proses pemadaman.
"Hari ini kita lanjutkan pemadam lagi. Sekarang fire-nya aktif. Lahan gambutnya sudah mulai terbakar dan ini sudah agak ekstra karena air di sekitar lokasi sangat terbatas," ujarnya.
Yang menjadi perhatian utama, lokasi kebakaran berada di kawasan terbatas (restricted area) di sekitar Bandara H Asan Sampit. Karena itu, penanganan dilakukan secara maksimal agar asap maupun api tidak mengganggu keselamatan penerbangan.
"Wilayah ini harus benar-benar dijaga karena berada di dekat objek vital. Jangan sampai kebakaran mengganggu transportasi udara," tegasnya.
BPBD Kotim bersama personel TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta para relawan terus melakukan operasi pemadaman. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pembasahan lahan hingga pembuatan sekat bakar untuk mencegah api semakin meluas.
"Kendalanya air untuk pemadaman sudah sangat minim. Selang juga sudah kami bentang ulang sekitar 150 meter. Target kami hari ini api bisa dioptimalkan. Kalau belum padam, paling nanti perluasannya bisa diblokir agar tidak bertambah besar," jelasnya.
Hingga saat ini belum ada laporan gangguan terhadap operasional penerbangan di Bandara H Asan Sampit. Meski demikian, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat asap dan abu dari lahan gambut berpotensi terbawa angin menuju jalur lepas landas maupun pendaratan pesawat.
Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, terutama saat kondisi cuaca kering seperti sekarang. Dugaan unsur kesengajaan dalam peristiwa ini pun akan menjadi perhatian aparat untuk ditindaklanjuti.
Simak Video "Video: Dampak Kehancuran Akibat Kebakaran Lahan di Chinese Camp California"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
