Kapal Tongkang Bawa 600 Ton Batu Bara dari Berau Terdampar Sejak Selasa

Regional

Kapal Tongkang Bawa 600 Ton Batu Bara dari Berau Terdampar Sejak Selasa

Agung Pramono - detikKalimantan
Jumat, 03 Jul 2026 14:00 WIB
Kapal tongkang pengangkut batu bara terdampar di Teluk Bone, wilayah Sinjai.
Foto: Kapal tongkang pengangkut batu bara dari Berau terdampar di Teluk Bone, wilayah Sinjai. (dok. istimewa)
Sinjai -

Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara terdampar di Teluk Bone, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Kapal yang berangkat dari Berau, Kalimantan Timur itu tengah menuju Kabupaten Morosi, Sulawesi Tenggara, dengan membawa 600 ton batu bara.

Dilansir detikSulsel, peristiwa bermula pada Selasa (30/6). Kapal tersebut tiba di Teluk Bone, Dusun Talise, Desa Pattongko, Kecamatan Tellulimpoe sekitar pukul 15.00 Wita. Hingga hari ini, Jumat (3/7), kapal diketahui masih berada di lokasi.

Kasat Polairud Polres Sinjai Iptu Iwan menjelaskan kapal terdampak diakibatkan ombak tinggi. Kapal tersebut berangkat dari Berau dan mengalami gangguan teknis ketika melewati wilayah perairan Sinjai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kapal tongkang batu bara terdampar disebabkan tingginya ombak di perairan Teluk Bone, wilayah Sinjai. Tongkang tersebut mengangkut batu bara sekitar 600 ton," jelasnya, Jumat (3/7/2026).

Karena ombak tinggi dan masalah teknis tersebut, lanjut Iwan, awak kapal pun melakukan langkah darurat dan mengarahkan kapal ke pesisir supaya tidak mengalami masalah yang lebih fatal lagi di tengah perairan.

"Dalam upaya menghindari potensi kecelakaan yang lebih fatal, kru kapal mengarahkan dan mendamparkan tongkang tersebut ke pesisir pantai sebagai langkah darurat agar kapal tidak tenggelam di tengah laut. Begitu informasi dari krunya," ungkap Iwan.

Saat ini, pihaknya bersama tim gabungan dari KPLP Syahbandar Sinjai, Babinsa Pattongko, dan Pemerintah Desa Pattongko melakukan pengecekan terhadap kapal yang terdampar. Kapal tugboat Biak 9 yang menarik kapal tongkang tersebut mengalami kerusakan mesin.

"Usai dihantam ombak mesin kapal itu juga rusak. Sementara dipesankan alatnya dulu yang rusak, itu pun alatnya katanya belum tentu langsung ada," imbuhnya.

Baca selengkapnya di sini.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads