Ledakan terjadi saat proses perbaikan sebuah kapal di Dok atau Bengkel Kapal Malaka Makmur Mandiri, Jalan Selat Malaka, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalbar. Insiden yang menewaskan seorang tukang las dan melukai dua orang lainnya itu sedang diselidiki polisi.
Kapolsek Pontianak Utara Kompol I Made Aris Candra Putra mengatakan, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan awal ledakan berasal dari tangki kapal yang sedang dilakukan pengelasan.
"Dugaan sementara ledakan berasal dari tangki kapal yang sedang dikerjakan. Tidak menutup kemungkinan kejadian ini berkaitan dengan kelalaian terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja saat proses perbaikan kapal. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut," kata Aris, Rabu (1/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menerangkan, insiden yang terjadi pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 13.30 WIB itu menewaskan pekerja bernama Indra Lay alias Abi (47). Korban saat kejadian sedang melakukan pengelasan pada tangki kapal. Korban adalah tukang las yang sedang mengerjakan pengelasan pada tangki kapal.
Sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapat perawatan medis. Dua korban luka masing-masing Edi (29), pemilik kapal, yang mengalami luka bakar di bagian kepala hingga kedua lengan, serta Oktovianus Juli alias Adong (25), anak buah kapal (ABK), yang mengalami sejumlah luka robek dan harus menjalani 14 jahitan.
Dok kapal di Pontianak Utara meledak dan menewaskan satu pekerja. (Istimewa) |
Usai menerima laporan, Tim Inafis Polresta Pontianak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban luka dievakuasi ke Rumah Sakit Pontianak Utara untuk menjalani perawatan, sedangkan jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Aris menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, ledakan terjadi ketika kapal sedang menjalani proses perbaikan, khususnya pengelasan pada tangki kapal.
Seorang saksi, Hasan Basri, mengaku mendengar suara ledakan keras saat berada di sekitar dok. Saat mendatangi lokasi, ia melihat api keluar dari bagian tangki kapal dan sejumlah pekerja telah menjadi korban.
"Saksi bersama warga kemudian mengevakuasi korban sekaligus berupaya memadamkan api," ujar Aris.
Saksi lainnya, Aliong, mengatakan ledakan terjadi sesaat setelah dirinya turun dari kapal untuk membeli minuman. Ketika kembali, ia mendapati Indra Lay telah tergeletak dan meninggal dunia, sedangkan dua rekannya mengalami luka-luka.
Saat ini polisi masih menyelidiki penyebab kejadian dan terus mendalami keterangan para saksi.

