Waspada DBD! Kenali 3M Plus, Cara Tepat Pencegahan dari Rumah

Waspada DBD! Kenali 3M Plus, Cara Tepat Pencegahan dari Rumah

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Selasa, 23 Jun 2026 12:00 WIB
3M Plus. (Laman Kemenkes)
Foto: 3M Plus. (Laman Kemenkes)
Samarinda -

Cuaca di berbagai wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan sedang tidak menentu. Hujan masih sering turun di beberapa wilayah walaupun sudah memasuki musim kemarau. Perubahan cuaca seperti ini juga meningkatkan risiko berbagai penyakit, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD).

Memasuki masa pancaroba, periode peralihan musim ditandai dengan perubahan suhu, kelembapan, dan curah hujan yang tak menentu. Curah hujan yang masih cukup tinggi menyebabkan banyak genangan air terbentuk di lingkungan sekitar. Genangan inilah yang disukai nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.

Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga Mei 2026 telah terjadi 39.672 kasus DBD dengan 105 kematian di Indonesia, di mana Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kasus tertinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menekan risiko penyebaran penyakit ini, Kementerian Kesehatan merilis gerakan 3M Plus untuk bisa dipraktekkan langsung dari rumah.

Kenali Penyakit DBD

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini banyak ditemukan di wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.

Berbeda dengan nyamuk biasa, Aedes aegypti cenderung aktif menggigit terutama pada pagi dan sore hari. Nyamuk ini juga lebih senang berkembang biak di air yang tergenang, seperti bak mandi, tempat penampungan air, ember, talang air, maupun wadah-wadah bekas yang menampung air hujan.

Gejala DBD biasanya muncul sekitar 4 hingga 10 hari setelah seseorang terinfeksi virus dengue. Beberapa gejala yang umum terjadi di antaranya:

  1. Demam tinggi hingga 40 derajat Celsius
  2. Sakit kepala
  3. Nyeri otot dan sendi
  4. Nyeri di belakang mata
  5. Muncul ruam atau bintik merah di kulit

Pada DBD, turunnya demam biasanya tidak selalu menandakan bahwa kondisi pasien membaik. Di beberapa kasus, justru fase kritis terjadi setelah demam mereda.

Di fase itu, terjadi kebocoran pembuluh darah yang menyebabkan penurunan jumlah trombosit, perdarahan, kerusakan organ, dan syok dengue (Dengue Shock Syndrome/DSS).

Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut bisaberakibat fatal. Jika mendapati kondisi berikut, segera pergi ke IGD untuk mendapatkan penanganan:

  • Muntah terus-menerus
  • Mimisan atau perdarahan dari hidung
  • Gusi berdarah
  • Darah pada muntahan
  • Darah pada urin atau tinja
  • Sesak napas
  • Tubuh sangat lemas
  • Gelisah dan sulit tenang

Kenali Gerakan 3M Plus

Salah satu cara paling efektif untuk mencegah DBD adalah memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Langkah-langkah berikut bisa dilakukan dengan mudah di rumah.

1. Menguras dan Menyikat

Menguras berarti membersihkan tempat-tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi, toren air, ember berisi air, dan dispenser. Sangat disarankan untuk melakukan pengurasan secara rutin dan pastikan menggosok permukaan hingga dinding wadah atau penampung hingga bersih karena telur nyamuk bisa bertahan hingga enam bulan meskipun dalam kondisi kering.

2. Menutup

Semua tempat penyimpanan air sebaiknya ditutup rapat supaya nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur. Selain itu, barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan juga sebaiknya dipindahkan supaya tidak menjadi sarang nyamuk.

3. Mendaur Ulang

Barang-barang bekas seperti botol plastik, kaleng, ban bekas, dan wadah lain yang sudah tidak digunakan sebaiknya didaur ulang agar tidak menumpuk. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi terbentuknya tempat perkembangbiakan nyamuk.

Tambahan atau Plus yang dimaksud dalam gerakan ini yaitu:

  1. Memelihara ikan pemakan jentik
  2. Memasang kawat kasa pada ventilasi dan jendela
  3. Memeriksa tempat penampungan air secara berkala
  4. Menjaga kebersihan lingkungan
  5. Menyimpan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup
  6. Menaburkan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  7. Memperbaiki talang dan saluran air yang tersumbat
  8. Menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk

Cara Melindungi Diri dari Gigitan Nyamuk

Ada beberapa cara yang bisa detikers lakukan untuk membantu melindungi diri dari gigitan nyamuk penyebab DBD. Pertama, pasang kelambu saat tidur, terutama bagi bayi dan anak-anak.

Kemudian, pakai lotion anti nyamuk yang aman dan berizin BPOM untuk memberikan perlindungan tambahan. Yang ketiga, pakailah pakaian tertutup terutama di area yang banyak nyamuk.

Dan yang terakhir, jaga daya tahan tubuh untuk melawan berbagai penyakit, termasuk infeksi virus dengue. Detikers bisa mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, minum vitamin dan mineral, berolahraga minimal 30 menit per hari, tidur yang cukup, dan kelola stres.

Kebiasaan mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar juga turut membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Semoga artikel ini bermanfaat!



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads