Tragedi Cerobong PLTU Sukabangun, 4 Orang Jatuh Tertimpa Gumpalan

Round-up

Tragedi Cerobong PLTU Sukabangun, 4 Orang Jatuh Tertimpa Gumpalan

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Minggu, 25 Jan 2026 07:00 WIB
Evakuasi pekerja PLTU Sukabangun Ketapang yang tewas jatuh dari cerobong.
Secara tak terduga, 4 orang pekerja jatuh dari cerobong PLTU Sukabangun karena tertimpa gumpalan debu. Dua orang di antaranya tewas.. Foto: Dok. Istimewa
Ketapang -

Suasana di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), mendadak berubah mencekam pada Rabu (21/1/2026). Kecelakaan terjadi pada empat pekerja yang membersihkan cerobong asap.

Sekitar pukul 16.30 WIB, keempat pekerja dari perusahaan pihak ketiga itu terjatuh dari ketinggian 50 meter. Dua orang tewas dalam insiden ini.

Detik-detik Pekerja Jatuh

Dalam laporan awal, keempat pekerja tersebut terjatuh dari ketinggian yang dipicu runtuhnya pegangan besi yang dilas pada dinding pelat cerobong. Suara benturan keras dan getaran yang dirasakan di sekitar lokasi memperkuat dugaan awal adanya benda berat atau struktur yang jatuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Informasi awal itukan kami terjatuh, sebenarnya tidak, kami tertimbun reruntuhan debu batu bara yang sudah mengeras," kata Vemas (38), korban selamat saat ditemui wartawan di RSUD dr Agoesdjam Ketapang, Kamis (22/1/2026).

Saat kejadian, Vemas bersama tiga rekannya, HR (30), JN (35), dan RN (32) sedang berada di dalam lubang cerobong untuk membersihkan kerak debu batu bara. Debu fly ash tersebut diketahui telah mengeras menyerupai tanah akibat terkena air hujan.

"Kami berempat berada di dalam lubang cerobong. Ada yang di bawah, ada juga di samping. Tiba-tiba debu dari atas runtuh dan langsung ambruk ke bawah," ceritanya.

Perjuangan Bertaruh Nyawa

Saat material keras itu runtuh, Vemas dan rekannya berusaha refleks menyelamatkan diri dengan merapat ke dinding cerobong. Vemas bahkan sempat berusaha menarik tali pengaman (body harness) rekannya, namun beban runtuhan terlalu berat dan cepat.

Vemas sendiri tertimbun hingga sebatas leher. Dalam kondisi terjepit dan tidak bisa bergerak, ia tidak mampu berteriak. Beruntung, salah satu rekan lain yang masih sadar berhasil berteriak meminta tolong dan terdengar oleh pekerja lain di luar cerobong.

"Posisi saya sendiri sudah tertimbun debu yang sudah mengeras itu sampai ke leher saya. Saat itu saya tidak bisa bergerak sama sekali, sama sekali tidak bisa berteriak minta tolong. Kawan yang satunya yang meminta tolong," ujarnya.

Sayangnya, nasib berbeda dialami oleh JN dan RN. Kedua pekerja yang berada di posisi lebih bawah ini tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun sepenuhnya oleh material limbah tersebut. Keduanya ditemukan tewas di lokasi kejadian.

Evakuasi dan Penyelidikan Kepolisian

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga malam hari. Tim SAR gabungan bekerja keras mengeluarkan para korban dari sempitnya ruang cerobong yang dipenuhi material berbahaya. Korban terakhir baru berhasil dievakuasi dan dibawa ke ambulans sekitar pukul 22.27 WIB.

Dua korban selamat, Vemas dan HR, dilarikan ke RSUD dr Agoesdjam untuk mendapatkan perawatan intensif dan observasi medis sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Sementara itu, jenazah JN dan RN dievakuasi untuk proses lebih lanjut.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Evakuasi 2 Pekerja Bangunan di Sukabumi Terjepit Runtuhan Pondasi"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads