Profil Nanik S Deyang yang Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Nasional

Profil Nanik S Deyang yang Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Selasa, 02 Jun 2026 21:27 WIB
Waka BGN Nanik S Deyang saat sidak SPPG di Ponorogo
Waka BGN Nanik S Deyang saat sidak SPPG di Ponorogo. Foto: Dok. Istimewa
Balikpapan -

Presiden Prabowo Subianto merombak pejabat Badan Gizi Nasional. Dadan Hindayana dicopot sebagai Kepala BGN. Selain itu, Prabowo juga mencopot dua Wakil Kepala BGN.

"Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional, pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kedua Saudara Lodewijk Paulus sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional," kata Pras dikutip dari detikNews, Selasa (2/6/2026).

Prabowo kemudian menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Kemudian, Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono ditunjuk sebagai Wakil BGN yang baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengangkat Saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," sambungnya.

Nanik Sudaryati Deyang dikenal sebagai politikus kelahiran Jawa Timur. Sebelumnya ia dikenal sebagai mantan jurnalis senior.

Nanik mulai dikenal luas saat bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Saat itu ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pada 17 September 2025, Nanik dilantik menjadi wakil kepala BGN bersama dengan Sony Sanjaya. Keduanya mendampingi Dadan Hindayana di pucuk kepemimpinan badan tersebut. Nanik ditunjuk menjadi Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian Kepala Komunikasi Kepresidenan, Kepala dan Wakil Kepala Staf Kepresidenan, serta Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan, Kepala Staf Kepresidenan, serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian.

Sepanjang kariernya menjadi wakil kepala BGN, Nanik kerap mengunggah kegiatannya saat melakukan pemeriksaan mendadak (sidak) ke berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Terbaru, Nanik melaporkan bahwa masih ada sekitar 2.213 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang di-suspend. BGN mempertimbangkan masukan dari masyarakat, pejabat daerah, hasil inspeksi mendadak karena mereka tidak memenuhi ketentuan sesuai petunjuk teknis.

"Terhitung sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah ditangguhkan," kata Nanik S. Deyang, Selasa (2/6/2026).

Dari data semua wilayah, total sebanyak 8.182 SPPG pernah ditangguhkan, dengan 5.659 SPPG sudah beroperasi kembali karena sudah memenuhi ketentuan.

Jumlah SPPG yang ditangguhkan disebut berpotensi akan bertambah lagi, mengingat saat ini BGN mewajibkan agar setiap SPPG minimal mendistribusikan MBG untuk 300 penerima manfaat kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

"Apabila sampai tanggal 2 Juni 2026 SPPG tidak bisa menunjukkan data pemberian MBG kepada kelompok 3B, maka SPPG itu akan ditangguhkan mayor (tanpa insentif) dan kepala SPPG-nya akan mendapatkan peringatan keras," ucap Nanik.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads