Bank Menu, Strategi Baru BGN Cegah Mitra Nakal

Nasional

Bank Menu, Strategi Baru BGN Cegah Mitra Nakal

Devandra Abi Prasetyo - detikKalimantan
Senin, 25 Mei 2026 06:00 WIB
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinere Depok membolehkan siswa memilih menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG). (ANTARA/Lintang BP)
Foto: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA/Lintang BP)
Balikpapan -

Badan Gizi Nasional (BGN) berencana menyusun Bank Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Bank Menu ini dipersiapkan sebagai standar untuk mempermudah SPPG dalam menyiapkan menu serta mencegah praktik kecurangan oleh mitra.

Dilansir detikHealth, rencana ini disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang dalam acara Sosialisasi Keamanan Pangan untuk Pengawas Gizi dan Jurutama Masak SPPG Provinsi DKI Jakarta pada Sabtu (23/5/2026).

"Jadi, menu itu sudah kita tentukan, satu bulan itu. Seluruh Indonesia nanti mengambil saja dari situ," kata Nanik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nanik, cara ini diharapkan bisa memberikan keseimbangan kerja atau work-life balance bagi pekerja SPPG. Rencana tersebut disambut antusias oleh para Pengawas Gizi dan Jurutama Masak.

Nanik mengatakan selama ini para Pengawas Gizi kerap kerepotan menyusun menu per hari sesuai dengan budget Rp 10 ribu per porsi. Selain itu, SPPG kerap berhadapan dengan mitra yang tidak transparan sehingga berpengaruh pada kualitas makanan yang disajikan.

"Saya tahu, kalian pusing setiap hari Rp 10 ribu dijembreng ke sana, dijembreng sini. Belum lagi menghadapi mitra yang nakal, ya kan?" ujarnya.

Salah satu contoh kenakalan mitra yang disebutkan Nanik yakni sering tidak memenuhi permintaan bahan baku sesuai dengan rencana menu yang disusun oleh Pengawas Gizi. Alhasil, makanan yang didistribusikan pun tidak sesuai dengan rencana awal dan kerap timbul masalah di penerima manfaat.

"Tenang. Sekarang apa-apa sudah ada suspend, tanpa insentif. Nah, kalau dia nggak nurut sama kalian, dan bikin menu suka-suka dia, kami suspend nanti tapi tanpa insentif. Karena ini adalah termasuk melakukan, dalam tanda kutip, korupsi. Kita tidak ampuni kalau yang seperti ini. Karena mereka sudah memperoleh uang insentif, jadi uang belanja tidak boleh diganggu-ganggu," tegasnya.

Nanik mengingatkan Pengawas Gizi juga harus ada pada saat-saat titik kritis, mulai proses dropping bahan baku. Selain itu, Pengawas Keuangan juga perlu terlibat dan memastikan bahan baku yang diterima sesuai secara harga. Nanik mempersilakan Pengawas Gizi untuk menolak bahan baku yang dirasa sudah tidak layak.

"Karena, pada saat dropping bahan baku harusnya sudah diperiksa, sudah dilihat apakah bahan itu bagus atau tidak. Kalau tidak, langsung ditolak. Kalau perlu kita nggak usah masak kalau dia tidak bisa mengganti. Jangan dipaksakan!" kata Nanik.

Baca selengkapnya di detikHealth.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kepala BGN Jawab Polemik Pengadaan Motor Listrik Rp 897 M"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads