Alumni peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) SMAN 1 Pontianak 2025, Miranda (17) dan Karisma (18) meminta MPR RI mengambil tindakan serius terkait polemik penilaian final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Keduanya menilai permintaan maaf yang telah disampaikan MPR RI belum cukup menyelesaikan persoalan.
"Kami butuh tindakan serius dari pihak MPR," kata Miranda saat ditemui di SMAN 1 Pontianak, Selasa (12/5/2026).
Miranda menilai kesalahan penilaian juri dalam lomba tersebut berdampak besar terhadap hasil akhir kompetisi. Menurutnya, keputusan juri yang dianggap tidak mendengar jawaban peserta telah merugikan tim SMAN 1 Pontianak.
"Dengan adanya hal yang tidak kompeten ini, itu bisa mempengaruhi siapa yang jadi juara dalam lomba tersebut," ujarnya.
"Dari awal, dengan adanya juri yang tidak mendengar itu, sudah sangat merugikan pihak adik-adik Empat Pilar kami," sambung dia.
Miranda mengusulkan adanya langkah konkret dari MPR RI, seperti penghitungan ulang penilaian hingga mengulang perlombaan. Menurut Miranda, SMAN 1 Pontianak seharusnya menjadi juara pertama apabila penilaian dilakukan sesuai jawaban yang diberikan peserta.
"Entah misalnya lombanya diulangi ataupun dari pihak MPR merekapitulasi ulang," kata Miranda.
"Karena dari perhitungan yang seharusnya itu, SMA 1 Pontianak keluar sebagai juara pertama di tingkat provinsi," imbuhnya.
Sementara itu, alumni peserta lainnya, Karisma, menilai klarifikasi yang disampaikan MPR RI belum menjawab substansi persoalan.
"Kalau diperiksa di pernyataan MPR sekarang itukan sudah terbit. Isinya itu adalah permintaan maaf mereka, pertama mengakui adanya kelalaian," kata Karisma.
Ia menyebut MPR RI juga telah menyatakan tidak akan lagi menggunakan juri yang sama dalam kegiatan berikutnya.
"Kemudian yang kedua bahasanya tidak akan menggunakan lagi juri yang sama," ujarnya.
Namun demikian, Karisma menyayangkan tidak adanya penjelasan rinci terkait kronologi, hasil akhir perlombaan, hingga langkah penyelesaian yang akan diambil. Menurutnya, hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas kepada pihak peserta maupun sekolah.
"Seharusnya itu bersifat klarifikasi. Tapi tidak ada ke-clear-an dalam kronologi dan juga hasil akhir mereka itu apa sih," ucap Karisma.
"Hasilnya apa? Dan tindakannya apa? Tidak ada juga tindak lanjut secara jelas kepada kami," pungkasnya.
Simak Video "Video Lomba Cerdas Cermat di Kalbar Viral Bikin Pimpinan MPR Minta Maaf"
(aau/aau)