Alumni peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR dari SMAN 1 Pontianak 2025, Miranda (17) dan Karisma (18), menyoroti sejumlah hal dalam polemik penilaian final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang viral di media sosial. Sebagai siswa yang pernah ikut LCC MPR, mereka mencoba menilai polemik yang terjadi pada adik kelas berdasarkan pengalaman terdahulu.
Miranda mengatakan ada tiga poin utama yang menjadi sorotan pihaknya. Pertama, terkait kompetensi dewan juri dalam mengambil keputusan.
"Yang pertama adalah tidak adanya kompeten dari juri itu sendiri. Karena di sini pihak SMA Negeri 1 Pontianak sudah menyampaikan segala bentuk protes tapi tetap tidak digubris," kata Miranda saat ditemui di SMAN 1 Pontianak, Selasa (12/5/2026).
Miranda mempertanyakan alasan juri yang menyebut artikulasi jawaban peserta tidak jelas. Menurutnya, jawaban tersebut justru terdengar jelas, termasuk dalam tayangan YouTube yang beredar.
"Dengan alasan artikulasi tidak jelas, sementara saya yang berada di jauh bawah podium itu mendengar dan juga di Youtube terdengar dengan jelas," ujarnya.
Sorotan kedua adalah soal sportivitas peserta lain dalam perlombaan tersebut. Miranda menilai hanya tim SMAN 1 Pontianak yang aktif mengajukan protes kepada juri. Menurutnya, salah satu regu peserta lain bahkan ikut membantah jawaban tim SMAN 1 Pontianak di hadapan juri.
"Kami soroti adalah tidak adanya asas sportivitas yang dijunjung oleh peserta-peserta yang hadir di sana," katanya.
(des/des)