SMKN 4 Samarinda meluruskan informasi mengenai kematian siswanya, Mandala Rizky Syaputra yang viral disebabkan sepatu kekecilan. Pihak sekolah menyebut belum ada bukti yang menunjukkan penyebab kematian Mandala.
Melalui unggahan di akun media sosial SMKN 4 Samarinda dan Disdikbud Kalimantan Timur (Kaltim), pihak sekolah mengucapkan belasungkawa dan menjelaskan secara lengkap kondisi Mandala hingga meninggal. Sekolah juga menyebut tidak ditemukan luka pada tumit, namun ada bengkak di kaki bagian belakang.
"Tanpa ada diagnosa medis yang lengkap, maka sepatu tidak dapat disebut sebagai penyebab kematian karena belum terbukti. Tidak ditemukan luka pada bagian kaki baik di tumit ataupun jari-jari kaki. Kaki membengkak di bagian punggung," tulis akun @smkn4_samarinda, dikutip Selasa (5/5/2026).
Pihak keluarga disebut tidak membawa Mandala ke fasilitas kesehatan, sehingga sulit untuk diketahui riwayat penyakitnya. Sekolah baru mendapatkan pengakuan ibu Mandala pada kunjungan yang kesekian kali.
"Berdasarkan keterangan kakak dan ibunya, Mandala ternyata tidak pernah diperiksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan lainnya, sehingga penyebab pasti meninggalnya tidak diketahui secara medis. Ibu Mandala hanya mengoleskan Fresh Care pada bengkak di kaki Mandala dan memberinya Sangobion karena berasumsi Mandala mengalami kurang darah."
"Adapun keterangan mengenai sakit yang disampaikan ke pihak sekolah bersifat non-medis pun tidak benar. Ini baru diketahui pihak sekolah berdasarkan pengakuan Ibu Mandala saat kunjungan pada Jumat, 1 Mei 2026," katanya.
Diberitakan sebelumnya, kabar viral ini antara lain disampaikan akun @pikology, yang menjelaskan bahwa Mandala setiap hari mengenakan sepatu berukuran 40, padahal seharusnya dia mengenakan ukuran 44. Kakinya mengalami bengkak hingga lama-kelamaan menderita komplikasi dan meninggal dunia.
Pihak SMKN 4 Samarinda memberi penjelasan via. Dikutip pada Selasa (5/5/2026), pihak sekolah menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Mandala.
Simak Video "Menikmati Gemerlap Lampu Malam di Jembatan Kutai Samarinda"
(bai/bai)