Dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pulau Maya Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menuai sorotan. Setelah sebelumnya sempat disanksi, dapur yang dikelola Yayasan Surya Gizi Lestari ini kini menjadi perhatian karena menyajikan makanan berulat kepada siswa SDN 13 Desa Kamboja.
Fakta baru terungkap, dapur tersebut ternyata pernah dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Sanksi itu tertuang dalam surat BGN nomor 1531/D.TWS/04/2026. Penghentian dilakukan karena dapur dinilai tidak memenuhi standar instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) serta standar laik higienis sanitasi (SLHS).
Kepala Program MBG Regional Kalbar Agus Kurniawi membenarkan hal tersebut. Ia menyebut dapur sempat di-suspend selama tiga hari sebelum akhirnya kembali beroperasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, dapur ini sudah pernah kena suspend. Ini kasus berulang. Diaktifkan lagi karena mereka mengklaim sudah memperbaiki IPAL, laporannya kita terima dalam bentuk video," ujar Agus saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).
Namun, belum lama kembali beroperasi, masalah baru muncul. Makanan yang didistribusikan ke siswa dilaporkan mengandung ulat, memicu kekhawatiran orang tua dan masyarakat. Agus menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah tegas. Operasional dapur terancam kembali dihentikan.
"Ini sudah kita laporkan (ke BGN), tinggal menunggu keputusan dari pusat. Pastinya akan disetop operasional," tegas Agus.
Tak hanya itu, kata Agus, BGN juga membuka kemungkinan sanksi lebih berat jika ditemukan adanya manipulasi dalam laporan perbaikan IPAL yang menjadi dasar pengaktifan kembali dapur tersebut.
Di sisi lain, warga sekitar mengeluhkan dampak lingkungan dari operasional dapur. Mereka menyebut bau menyengat dari limbah kerap tercium, terutama saat cuaca panas.
"Kalau musim panas, baunya menyengat sekali. Seperti limbahnya tidak diolah dengan baik," kata Ujang, warga setempat.
Kekhawatiran juga datang dari orang tua siswa. Mereka mendesak agar distribusi makanan MBG dari dapur tersebut dihentikan sementara demi mencegah risiko kesehatan pada anak-anak.
"Supaya tidak terulang lagi, sebaiknya pengelolanya diganti saja. Hentikan dulu dapur ini," ujar salah satu wali murid.
