Isu Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) menyelimuti pemerintahan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud karena banyak keluarganya yang menduduki jabatan penting. Hal ini juga menjadi salah satu kritik warga dalam Aksi 21 April kemarin.
Yang terbaru adalah keberadaan keponakan Rudy Mas'ud di posisi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim. Ada juga keanggotaan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang melibatkan adik kandungnya.
Rudy pun mengakui terkait keberadaan keluarganya di jajaran pemerintahan. Namun dia membantah telah melakukan KKN.
Ketua Kadin Bukan Campur Tangan Pemprov
Ia menyebut, struktur di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sepenuhnya diatur oleh mekanisme internal organisasi, bukan kewenangan pemerintah daerah.
"Iya, itu keponakan saya. Tapi Kadin itu punya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sendiri. Saya tidak punya hak suara di situ," ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, pemilihan ketua Kadin dilakukan oleh para pelaku usaha yang tergabung dalam organisasi tersebut. Karena itu, ia meminta publik melihat prosesnya secara utuh sebelum mengaitkannya dengan praktik KKN.
"Silakan tanya ke Kadin, apa kriterianya sampai bisa terpilih. Itu bukan ditentukan gubernur," tegasnya.
Sorotan publik sendiri menguat karena usia ketua Kadin yang dinilai masih muda. Namun menurutnya, hal tersebut justru menjadi hal positif jika ada kader muda yang dipercaya memimpin.
"Harusnya kita bangga, ada yang muda bisa jadi ketua. Itu berarti ada kepercayaan dan kapasitas," katanya.
Ia juga menegaskan tidak ada keterkaitan langsung antara Kadin dengan Pemerintah Provinsi Kaltim dalam hal penganggaran maupun struktur organisasi.
"Tidak ada hubungan struktural dengan Pemprov. Tidak bisa dikaitkan begitu saja," tuturnya.
Simak Video "Video Gubernur Kaltim Didemo, Golkar Ingatkan Kadernya Peka"
(bai/bai)