Netanyahu Usai Operasi Kanker Prostat, Bagaimana Kondisinya?

Internasional

Netanyahu Usai Operasi Kanker Prostat, Bagaimana Kondisinya?

Kadek Melda Luxiana - detikKalimantan
Jumat, 24 Apr 2026 23:02 WIB
FILE PHOTO: Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends a memorial service held for Ran Gvili, an off-duty police officer who was killed fighting militants that had infiltrated Israel during the deadly October 7, 2023, attack by Hamas, and the last hostage recovered from Gaza, in Meitar, Israel, January 28, 2026. REUTERS/Amir Cohen     TPX IMAGES OF THE DAY/File Photo
Benjamin Netanyahu/Foto: REUTERS/Amir Cohen
Balikpapan -

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, usai menjalani operasi pengangkatan kanker prostat. Ia mengaku kondisinya sangat baik.

Dikutip detikNews dari BBC, dalam sebuah unggahan di X pada Jumat (24/4/2026), Netanyahu mengatakan temuan kanker tersebut muncul saat pemeriksaan rutin pascaoperasi pembesaran prostat jinak yang sebelumnya ia jalani. Dalam pemeriksaan itu, dokter menemukan adanya tumor kecil.

"Perawatan telah menghilangkan masalah tersebut dan tidak meninggalkan jejaknya", kata Netanyahu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga mengungkapkan alasan keterlambatan publikasi informasi kesehatannya. Ia mengatakan permintaan penundaan dilakukan agar tidak bertepatan dengan ketegangan perang Israel dan Iran, sekaligus untuk mencegah propaganda.

Netanyahu menuturkan dirinya telah menjalani operasi prostat jinak pada 2024 dan rutin melakukan pemeriksaan medis sejak saat itu. Dalam pemeriksaan terakhir, dokter menemukan 'sebuah titik kecil kurang dari satu sentimeter'.

"Saya memiliki masalah medis kecil dengan prostat saya yang telah sepenuhnya diobati. Syukurlah, itu sudah berlalu," tuturnya.

Netanyahu juga menegaskan sikapnya dalam menangani masalah kesehatan secara cepat. "Ketika saya diberi informasi tepat waktu tentang potensi bahaya, saya ingin segera menanganinya," ujarnya.

"Ini berlaku di tingkat nasional dan juga di tingkat pribadi," lanjutnya.

Pengumuman kondisi kesehatan ini muncul menjelang rencana kunjungan Netanyahu ke Gedung Putih dalam beberapa pekan ke depan, di tengah upaya Amerika Serikat untuk mendorong kesepakatan perdamaian jangka panjang terkait konflik Israel-Iran.

Sementara itu, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang melibatkan kelompok Hizbullah juga dilaporkan telah diperpanjang selama tiga pekan.

Baca selengkapnya di sini.




(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads