Seorang siswa SMAN 8 Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rehan meraih penghargaan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA). Dia berhasil menemukan celah dalam sistem keamanan NASA.
Latar belakangnya yang merupakan anak kuli bangunan membuktikan bahwa prestasi dapat diraih oleh siapa saja. Bahkan Rehan 'hanya' bermodalkan belajar keamanan siber melalui handphone (HP).
"Orang tua saya, ayah itu kuli bangunan, sementara ibu saya ibu rumah tangga," kata Rehan kepada detikSulsel, Jumat (24/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rehan telah menekuni bidang keahlian keamanan siber sejak SMP. Karena keterbatasan ekonomi, dia hanya bisa belajar sendiri dari internet.
"Saya awalnya belajar melalui handphone sejak kelas 2 SMP," bebernya.
Awalnya Rehan mempelajari pemrograman hingga berhasil membuat website sendiri. Seiring waktu, dia tertantang untuk belajar keamanan siber dan akhirnya justru menjadi fokusnya.
"Saat bermodalkan ponsel saya buat program sendiri di website. Seiring waktu, saya memilih fokus untuk bidang cyber security sebab lebih tertarik dan menantang saja begitu," terangnya.
Mengetahui bakat Rehan, orang tuanya pun mengusahakan untuk memberikan fasilitas seperti jaringan wifi dan laptop.
"Saya minta agar ada wifi dan laptop agar saya bisa lebih serius dalam mendalami sistem keamanan siber dan alhamdulillah kedua orang tua mendukung," bebernya.
Bermodalkan laptop, Rehan pun aktif melakukan riset dan mencari celah keamanan pada berbagai sistem digital melalui praktik Responsible Disclosure. Ia pun mulai mengincar sistem digital luar negeri untuk membuktikan bakatnya.
"Memang saya pikir ini NASA kan pasti sangat hebat dan aman dalam menjaga sistem keamanan digital. Tapi saya pikir ini kan ancaman digital juga terus berkembang sehingga akan selalu muncul juga celah atau kerentanan dalam sistem," paparnya.
Kerja kerasnya untuk menekuni sistem keamanan digital mulai terbayar. Dari NASA dia mendapatkan penghargaan bergengsi dan tercatat dalam Hall of Fame (HoF) NASA.
"Itu memang banyak yang ikut dalam VDP (Vulnerability Disclosure Program) yang diadakan oleh NASA. Nah saya menemukan kerentanan pada sistem mereka dan itu masuk kategori yang bisa diakui hingga tercatat di Hall of Fame NASA," terangnya.
Baca artikel selengkapnya di sini.
