Tumpahan Minyak Meluber di Teluk Persia, 100 Juta Orang Bisa Terdampak

Internasional

Tumpahan Minyak Meluber di Teluk Persia, 100 Juta Orang Bisa Terdampak

Fino Yurio Kristo - detikKalimantan
Kamis, 23 Apr 2026 18:00 WIB
Tumpahan minyak Perang Iran
Foto: Live Science
Balikpapan -

Serangan udara antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berdampak ke sejumlah fasilitas minyak dan kapal tanker di kawasan Teluk Persia. Akibatnya, terjadi kebocoran minyak yang meluber ke perairan hingga terlihat dari luar angkasa. Luberan minyak ini dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif bagi sekitar 100 juta orang yang ada di sekitar teluk tersebut.

Dilansir detikInet dari Live Science, sebuah foto satelit pada 10 April memperlihatkan minyak bocor ke perairan di lepas pantai Pulau Lavan dan mengarah ke Pulau Shidvar, Iran. Sebelum itu, pada 6 April, foto lain juga menangkap jejak minyak dari Pelabuhan Shuaiba di wilayah Kuwait. Tumpahan minyak itu muncul setelah Iran menargetkan fasilitas energi dan petrokimia di negara-negara Teluk pada 5 April.

Pada foto yang lebih lama, terlihat tumpahan minyak dalam jumlah besar di Selat Hormuz pada 18 Maret, 2 April, dan 7 April. Tumpahan itu menyebar di lepas pantau Pulau Qeshm yang menampung infrastruktur penting militer dan sipil Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan CNN, tumpahan minyak di perairan Teluk Persia ini kemungkinan akan berdampak pada kehidupan laut. Teluk Persia merupakan habitat duyung atau dugong (Dugong dugong), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan paus bungkuk Laut Arab (Megaptera novaeangliae).

Selain itu, di teluk tersebut juga terdapat sistem penyaringan pabrik desalinasi. Fasilitas desalinasi ini sendiri memasok air besok layak minum bagi hampir 100 juta orang di kawasan tersebut. Tumpahan minyak dikhawatirkan dapat berdampak pada para penduduk yang bergantung pada fasilitas air bersih tersebut.

Tumpahan minyak di lepas Pantai Pulau Lavan dinilai darurat lingkungan karena posisinya yang dekat dengan Pulau Shidvar. Wim Zwijnenburg, pemimpin organisasi perdamaian PAX, menyebut Shidvar adalah pulau karang tak berpenghuni yang menjadi rumah koloni burung laut dan tempat bertelur penyu. Setidaknya ada lima lokasi di Pulau Lavan yang dihantam pasukan AS-Israel, termasuk sebuah kilang minyak.

Genangan minyak di lepas pantai Pulau Qeshm terbentang sepanjang lebih dari 8 km juga menjadi sorotan karena mengancam seluruh ekosistem laut, mulai dari mikroorganisme hingga lumba-lumba dan paus. Populasi ikan yang terancam juga akan berdampak pada masyarakat sekitar pesisir Iran yang selama ini menggantungkan makanan dan penghasilan dari hasil laut tersebut.

Sejarah mencatat, tumpahan minyak juga pernah menodai Teluk Persia pada Perang Teluk 1991. Saat itu tumpahan minyak disebabkan oleh pasukan Irak saat sengaja membuang 6 hingga 8 juta barel minyak mentah. Diperkirakan tumpahan itu melukai dan membunuh 114.000 hewan, termasuk burung, penyu, lumba-lumba hidung botol, dan paus.

Sejauh ini belum diketahui seberapa besar kerusakan yang akan ditimbulkan tumpahan minyak pada perang tahun 2026 ini. Jika pihak bertikai terus menargetkan kapal pembawa minyak, kemungkinan kerusakan akan semakin besar. Hingga kini, puluhan kapal tanker yang memuat total sekitar 20 miliar liter minyak mentah saat ini terjebak di Teluk Persia, menunggu untuk keluar melalui Selat Hormuz.

Baca selengkapnya di detikInet.

Halaman 2 dari 2
(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads