Dalam dua hari, Polres Banjarbaru mendapatkan laporan dua mayat pria lansia yang ditemukan di sebuah rumah. Kedua mayat pria itu akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Idaman untuk diautopsi.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kasi Humas Iptu Kardi membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut penemuan dua mayat itu cukup menggegerkan warga setempat.
"Benar, ada dua penemuan mayat. Pertama pada Sabtu (18/4) di sebuah kamar indekos, dan kedua Minggu (19/4) di sebuah rumah jalan Intan Sari, Sungai Besar," ujar Kardi, Senin (20/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah Pertama, Diduga Serangan Jantung Usai Berhubungan
Mayat yang ditemukan di sebuah kamar indekos berinisial UTC (61). Korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak.
Kardi mengungkapkan, penemuan mayat UTC cukup menggegerkan warga setempat, pasalnya korban ditemukan di indekos Jalan Kenanga Gang 3 Kelurahan Landasan Ulin, diduga bekas tempat lokalisasi pembatuan.
"Keterangan saksi, sebelum meninggal dunia UTC sempat mengajak dirinya berhubungan intim. Setelah mengeluarkan air mani, UTC merasa kesakitan di bagian dada dan sesak nafas," terang Kardi.
Setelah mengatakan sakit dada dan sesak nafas, UTC kemudian terbaring di kasur dan ketika dilihat oleh saksi, UTC sudah tidak bernyawa. Saksi pun segera memanggil tetangga indekos lain untuk membantu evakuasi UTC.
"Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit, dan di lokasi juga ditemukan uang tunai Rp 81 ribu, obat renovit, dan pakaian milik korban," sebut Kardi.
Jenazah Kedua, Ditemukan Anak yang Hendak Menjenguk
Jasad kedua yang ditemukan pada Minggu (19/4) berinisial KR (66). Korban ditemukan tergeletak di dapur rumahnya oleh anak KR yang berniat menjenguk korban.
"Begitu tiba di rumahnya, saksi memanggil korban. Namun tak ada jawaban, begitu masuk ternyata korban sudah tergeletak di lantai," ungkap Kardi.
Setelah menemui ayahnya tergeletak di lantai, sang anak pun segera memanggil ibunya atau mantan istri korban untuk segera proses evakuasi. Kardi mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, kondisi rumah korban terkunci dari dalam.
"Kondisi korban juga sudah dilakukan identifikasi dan tidak ditemui tanda-tanda kekerasan. Diperkirakan korban meninggal sudah dua atau tiga hari yang lalu," bebernya.
Kardi mengatakan korban diduga meninggal dunia karena sakit. Sebab, di atas meja rumah korban ditemui sejumlah bungkus obat yang sudah habis diminum. Mantan istri korban mengakui bahwa korban sempat mengalami stroke dan hipertensi beberapa hari lalu.
"Korban juga beberapa minggu lalu mengakui sakit perut seperti kembung, diduga karena sakit. Karena seluruh harta korban tidak hilang dan masih utuh," pungkasnya.
(des/des)
