Waspada Dehidrasi dan Heatstroke Saat Haji, Lakukan 8 Cara Berikut

Waspada Dehidrasi dan Heatstroke Saat Haji, Lakukan 8 Cara Berikut

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Senin, 20 Apr 2026 13:00 WIB
Pilgrims leave after offering prayers outside at the Grand Mosque, during the annual Hajj pilgrimage in Mecca, Saudi Arabia, Wednesday, June 12, 2024. Hajj is the annual Islamic pilgrimage to Mecca in Saudi Arabia that is required once in a lifetime of every Muslim who can afford it and is physically able to make it. Some Muslims make the journey more than once. (AP Photo/Rafiq Maqbool)
Cuaca panas saat ibadah Haji. Foto: AP/Rafiq Maqbool
Samarinda -

Indonesia menjadi negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia setiap tahunnya. Pada musim haji 2025, Indonesia memberangkatkan sebanyak 203.149jamaah haji. Di tahun 2026, diperkirakan jumlahnya bertambah menjadi 221.000 jamaah yang terdiri dari 203.320 jamaah reguler dan 17.680 jamaah haji khusus.

Kesehatan selama ibadah haji menjadi faktor penting agar ibadah berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi adalah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, terutama di Madinah dan Makkah.

Pada siang hari, suhu udara di Madinah bisa mencapai 42 derajat Celsius. Sore hari berkisar 38 derajat Celsius, malam hari sekitar 32 derajat Celsius, dan pagi hari masih berada di kisaran 36 derajat Celsius. Kelembapan udara juga sangat rendah, hanya sekitar 16 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini jauh berbeda dibandingkan kota-kota di Indonesia seperti Jakarta yang umumnya memiliki suhu sekitar 33 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 49 persen.

Perbedaan suhu dan kelembapan yang cukup besar membuat tubuh jamaah lebih mudah kehilangan cairan. Terlebih lagi, rangkaian ibadah haji seperti berjalan kaki, tawaf, sa'i, hingga wukuf dilakukan di area terbuka dan sering terpapar sinar matahari langsung selama berjam-jam.

Gangguan Kesehatan Saat Haji dan Gejalanya

1. Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Kondisi ini sering terjadi karena jamaah banyak berkeringat akibat suhu panas, tetapi kurang minum.

Gejala awal dehidrasi biasanya berupa:

  • Rasa haus yang berlebihan
  • Bibir dan mulut terasa kering
  • Tubuh terasa lemas
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Urine berwarna kuning pekat atau keruh
  • Frekuensi buang air kecil berkurang

Jika tidak segera diatasi, dehidrasi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya yaitu heatstroke.

2. Heatstroke

Heatstroke atau serangan panas terjadi tubuh gagal mendinginkan diri setelah terlalu lama terpapar suhu tinggi. Pada kondisi ini, suhu tubuh bisa meningkat hingga di atas 40 derajat Celsius dan disertai penurunan kesadaran.

Heatstroke menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat cuaca panas ekstrem. Jamaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, gangguan jantung, hipertensi, atau penyakit paru menjadi kelompok yang paling rentan.

Gejala awal heatstroke biasanya meliputi:

  • Keram otot
  • Keringat berlebihan
  • Rasa haus yang sangat kuat
  • Tubuh terasa sangat lelah
  • Pusing dan sakit kepala
  • Kulit terasa panas
  • Mual
  • Bingung atau linglung
  • Penurunan kesadaran

Ketika mengalami gejala tersebut, jamaah harus segera dipindahkan ke tempat teduh, diberikan minum, dan dibawa ke petugas kesehatan untuk ditangani lebih lanjut.

Cara Mencegah Dehidrasi dan Heatstroke saat Haji

Menurut anjuran dari laman Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, ada beberapa cara yang bisa dilakukan jamaah agar terhindar dari dehidrasi dan heatstroke selama berada di Tanah Suci.

1. Minum Air Lebih Banyak

Jamaah dianjurkan minum sekitar 3-4 liter air per hari. Jangan menunggu haus baru minum karena rasa haus biasanya muncul saat tubuh sudah mulai kekurangan cairan.

Saat berada di area masjid, manfaatkan air zam-zam yang tersedia di banyak titik. Minum sedikit demi sedikit tetapi sering jauh lebih baik dibandingkan langsung banyak sekaligus.

2. Perhatikan Warna Urine

Warna urine bisa menjadi tanda apakah tubuh sudah cukup cairan atau belum. Jika urine berwarna jernih atau kuning muda, berarti tubuh cukup cairan. Tetapi jika urine mulai berwarna kuning pekat atau keruh, itu tanda tubuh mulai dehidrasi dan perlu lebih banyak minum.

3. Hindari Minuman Berkafein

Minuman seperti kopi, teh pekat, atau minuman energi sebaiknya dibatasi karena dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Kafein memiliki efek diuretik yang membuat seseorang lebih sering buang air kecil sehingga risiko dehidrasi menjadi lebih tinggi.

4. Kurangi Aktivitas Berat di Luar Ruangan

Jamaah sebaiknya menghindari aktivitas di luar rangkaian ibadah, terutama pada siang hari ketika suhu sangat panas. Jika tidak ada keperluan penting, sebaiknya tetap berada di dalam hotel, masjid, atau tempat yang teduh dan sejuk.

5. Gunakan Pelindung dari Panas

Saat harus berada di luar ruangan, jamaah dianjurkan menggunakan payung, topi, kacamata hitam, masker, dan yang paling penting adalah tabir surya (sunscreen). Pelindung ini penting untuk mengurangi paparan langsung dari sinar matahari.

6. Jangan Menunda Makan

Tubuh tetap membutuhkan energi selama menjalankan ibadah haji. Jamaah sebaiknya tidak menunda makan meskipun sedang sibuk beribadah.

Pilihlah makanan yang cukup karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Buah-buahan yang banyak mengandung air seperti semangka, melon, jeruk, dan pir juga sangat baik untuk membantu menjaga cairan tubuh.

7. Istirahat yang Cukup

Kurang tidur dan kelelahan dapat mempercepat terjadinya dehidrasi dan heatstroke. Karena itu, jamaah perlu menjaga waktu istirahat, terutama setelah aktivitas berat. Tidur yang cukup juga bisa membantu tubuh memulihkan energi agar tetap kuat menjalani seluruh rangkaian ibadah.

8. Segera Konsultasi Jika Sakit

Jika mengalami diare, muntah, demam, atau gejala lain yang membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak, maka segera melapor ke petugas kesehatan kloter terdekat. Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko dehidrasi berat atau heatstroke.

Menjaga kesehatan selama ibadah haji sangat penting dan harus menjadi perhatian karena puncak ibadah seperti wukuf di Arafah membutuhkan kondisi fisik yang prima.

Dengan minum cukup, istirahat yang cukup, dan menghindari paparan panas berlebihan, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan nyaman. Semoga bermanfaat dan selalu jaga kesehatan!




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads