Hingga saat ini belum ada kepastian penyebab kecelakaan Helikopter Airbus H130 PK-CFX milik Matthew Air Nusantara di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera mengirim data teknis helikopter PK-CFX ke Prancis sebagai bagian dari upaya mengungkap penyebab pasti.
Langkah ini diambil karena helikopter tersebut tidak dilengkapi perangkat perekam data penerbangan atau black box seperti pesawat komersial. Investigator KNKT, Dian Saputra, mengatakan data yang akan dikirim berasal dari engine data recorder merekam performa mesin sebelum insiden terjadi.
"Data recorder yang ada akan kami kirimkan ke pihak manufaktur di Prancis untuk dianalisis lebih lanjut," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor SAR Pontianak, Jumat (17/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, data tersebut akan menjadi salah satu kunci utama dalam investigasi. Sebab, data dapat memberikan gambaran kondisi teknis helikopter menjelang kecelakaan, seperti tekanan oli hingga putaran mesin.
KNKT juga bekerja sama dengan otoritas penerbangan sipil Prancis (DGAC) untuk melakukan pembacaan dan analisis data tersebut secara mendalam.
Selain data mesin, tim investigasi turut mengumpulkan berbagai informasi pendukung lain, termasuk kemungkinan rekaman visual dari perangkat kamera yang ada di dalam helikopter.
"Investigasi yang dilakukan KNKT berfokus pada aspek keselamatan penerbangan, bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu," tegasnya.
Dalam prosesnya, KNKT melibatkan berbagai instansi seperti Basarnas, TNI, Polri, BMKG, hingga AirNav Indonesia untuk melengkapi data, termasuk kondisi cuaca dan rekam jejak penerbangan.
KNKT menargetkan laporan awal (preliminary report) akan dirilis dalam waktu 30 hari sejak kejadian, berisi temuan awal dan data faktual.
Sementara itu, laporan akhir (final report) yang akan mengungkap penyebab kecelakaan beserta rekomendasi keselamatan ditargetkan rampung dalam waktu maksimal satu tahun.
"Semua pihak diminta menunggu hasil resmi agar informasi tetap akurat dan tidak menimbulkan spekulasi," tutupnya.
Untuk diketahui, kecelakaan helikopter jenis Airbus Helicopters H130 dengan registrasi PK-CFX ini menewaskan delapan orang.
Helikopter ini lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota di Desa Nanga Keruap, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi pada Kamis (16/4) pukul 07.34 WIB dan hilang kontak sekitar pukul 08.39 WIB di wilayah Kecamatan Nanga Taman.
