Persiapan demo pada 21 April 2026 di Kalimantan Timur (Kaltim) terus dimatangkan. Korlap aksi dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur, Erly Sopiansyah, menyebut kesiapan sudah mencapai 75 persen dan posko terus bertambah.
"Kalau persiapan itu menuju matang, paling tidak sudah 75 persen," ujar Erly saat diwawancarai, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan saat ini panitia masih fokus pada pemenuhan kebutuhan logistik. Sejumlah perlengkapan seperti sound sistem telah disiapkan, sementara soal kain untuk atribut aksi dijadwalkan rampung dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, posko-posko aksi juga terus bertambah. Tak hanya di Samarinda, kini posko sudah mulai dibuka di luar daerah, yakni di Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Paser.
"Untuk luar kota sudah ada, sementara ini PPU sama Paser. Kalau daerah lain kami tunggu teman-teman yang ingin membuka posko, kami persilakan," jelasnya.
Menurut Erly, keberadaan posko sangat penting sebagai pusat koordinasi sekaligus distribusi logistik bagi peserta aksi. Saat ini, logistik yang terkumpul didominasi air mineral dan makanan ringan seperti roti.
"Logistik kebanyakan air mineral sama roti. Untuk nasi bungkus nanti kita lihat situasi di lapangan. Untuk di Samarinda juga kami kemarin nambah satu posko lagi yang berada di depan rumah jabatan Gubernur Kaltim," katanya.
Soal pendanaan, Erly mengungkapkan sebelumnya dana yang terkumpul sekitar Rp 26 juta. Namun, sebagian telah digunakan untuk kebutuhan teknis seperti pembelian sound system dan pembelian perlengkapan aksi.
"Kurang lebih sudah terpakai sekitar Rp 11 jutaan untuk kebutuhan teknis, saat ini dana tersisa Rp 17 juta," ungkapnya.
Sementara itu, dukungan terhadap aksi juga terus mengalir. Hingga saat ini, jumlah organisasi masyarakat (ormas) yang terlibat disebut terus bertambah.
"Tadi pagi sekitar 75, sekarang sudah mendekati 80 ormas yang bergabung," ujarnya.
Meski demikian, Erly mengaku tetap mewaspadai potensi kendala di lapangan, terutama terkait koordinasi massa yang semakin besar. Aksi pada 21 April mendatang diketahui bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud.
(sun/bai)
