Jalan Gajah Mada Tarakan Rusak Parah Meski Ada Anggaran Perawatan Rp 10,6 M

Jalan Gajah Mada Tarakan Rusak Parah Meski Ada Anggaran Perawatan Rp 10,6 M

Oktavian Balang - detikKalimantan
Senin, 13 Apr 2026 12:00 WIB
Jalan Gajah Mada rusak parah di Tarakan.
Jalan Gajah Mada rusak parah di Tarakan. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Tarakan -

Akses lalu lintas di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, berlubang parah hingga mengancam keselamatan pengendara. Selain itu, kerusakan jalan juga kerap memicu kemacetan.

Pantauan detikKalimantan di lokasi pada Sabtu (11/4/2026), sedikitnya terdapat 20 pengendara motor menghantam lubang jalan dalam kurun waktu sejam. Lebarnya kerusakan yang memakan hampir setengah badan jalan ini memaksa kendaraan mengurangi kecepatan secara drastis.

"Pernah ada kecelakaan, orang menghindar atau kaget karena lubang, sampai ada yang pingsan dan harus dibawa ke rumah sakit," kata salah seorang warga setempat, Jhon Ali, kepada detikKalimantan di lokasi, Senin (13/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Jhon, jalan ini telah berlubang sejak 3-4 bulan lalu. Kerusakan awalnya dipicu oleh kebocoran kecil air yang lambat laun membesar. Kondisi ini makin parah akibat sistem drainase yang tak berfungsi maksimal.

"Airnya tergenang, karena sana tinggi, sini rendah. Drainase tidak bisa menampung, jadi airnya malah kembali keluar ke jalanan. Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup genangan air," ungkapnya.

Kemacetan terparah biasanya terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06.30 hingga 08.00 Wita, lantaran pengendara berebut jalur untuk menghindari lubang. Merasa laporannya tak kunjung direspons pemerintah, Jhon menyebut sempat ada warga yang secara swadaya menimbun lubang dengan puing-puing batu bekas bangunan demi meminimalisasi bahaya.

"Sempat ada warga tak dikenal menggunakan mobil pikap yang secara swadaya menimbun lubang dengan puing-puing batu bekas bangunan sekadar untuk meminimalisasi bahaya," pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Lurah Karang Anyar Pantai Nono Adiatmoko membenarkan bahwa jalan rusak tersebut merupakan ranah Pemprov Kaltara. Ia mendesak adanya penanganan segera.

"Ya, jalan tersebut wewenang Provinsi. Mesti ada tindakan cepat agar tidak membahayakan pengguna jalan," tegas Nono.

Hal ini diperkuat dengan data dari situs Integrated Road Information System (IRIS) milik DPUPR Kaltara, dilihat pada Senin (13/4). Ruas Jalan Gajah Mada (Kode Patok: 0+000 - 0+928) tercatat resmi sebagai Jalan Provinsi pada SK 2025.

Senada dengan Nono, Kabid Bina Marga DPUPR Kota Tarakan Syahrun juga menyebut bahwa jalan ini merupakan kewenangan provinsi, sehingga perbaikannya merupakan tanggung jawab pemprov.

"Itu jalan kewenangan Provinsi," singkatnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas PUPR Kaltara belum merespons konfirmasi yang dilayangkan terkait permasalahan jalan di wilayahnya.

Untuk diketahui, data IRIS menunjukkan pemerintah pada tahun 2024 mengalokasikan dana Rp137,9 miliar untuk pembangunan jalan sepanjang 17 kilometer. Anggaran itu belum termasuk dana rehabilitasi Rp38,5 miliar dan pemeliharaan berkala senilai Rp3,4 miliar.

Kemudian pada 2025, proyek pembangunan berlanjut dengan dana Rp27,8 miliar (5,4 km), disusul agenda rekonstruksi jalan senilai Rp16,1 miliar. Khusus untuk aspek perawatan, pemerintah menganggarkan total sekitar Rp10,6 miliar. Anggaran itu terdiri atas Rp4,3 miliar untuk rehabilitasi, Rp3,9 miliar untuk pemeliharaan berkala, dan Rp2,2 miliar untuk pemeliharaan rutin. Rinciannya dapat dilihat pada lampiran berikut.

Tangkapan layar situs Integrated Road Information System (IRIS) milik DPUPR Kaltara.Tangkapan layar situs Integrated Road Information System (IRIS) milik DPUPR Kaltara. Foto: Tangkapan layar.

Meski daftar anggaran dan jenis pekerjaan tampak sangat terperinci, sistem IRIS mencatat kolom Kondisi Jalan (baik/sedang) untuk periode 2024-2026 masih dalam tahap pemutakhiran dan tak menggambarkan kondisi lapangan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Miris! Wanita di Poman Ditandu 9 Km ke Puskesmas gegara Jalan Rusak"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads