Sempat Ambles, Jalan Nasional Perbatasan di Nunukan Kini Bisa Dilintasi

Sempat Ambles, Jalan Nasional Perbatasan di Nunukan Kini Bisa Dilintasi

Oktavian Balang - detikKalimantan
Jumat, 10 Apr 2026 14:31 WIB
Kendaraan roda empat bermuatan besar melintasi jalan yang sempat ambles di Nunukan. (Dok BPJN Kaltara)
Foto: Kendaraan roda empat bermuatan besar melintasi jalan yang sempat ambles di Nunukan. (Dok BPJN Kaltara)
Nunukan -

Jalan nasional di wilayah perbatasan, tepatnya di Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara sempat ambles sedalam 2 meter. Kini, jalan tersebut sudah bisa dilintasi kendaraan.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltara telah merampungkan penanganan darurat agar jalur logistik kembali terbuka. Dikatakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Kaltara, Ahmad Zais perbaikan darurat telah dilakukan di dua titik kerusakan yang berada di Ruas Sp.3 Apas - Simanggaris - Tugu Batas Negara (Serudong).

"Benar ada dua titik, tepatnya di STA 60+250 dan STA 60+600. Keduanya sudah ditangani sementara, pengendara roda dua maupun roda empat sudah bisa melintas, dan saat ini kedua titik tersebut terus kami pantau," ujar Zais kepada detikKalimantan, Jumat (10/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zais memaparkan, penanganan darurat ini ditargetkan rampung dalam waktu 24 jam agar jalan segera fungsional dan konektivitas dari arah Kabupaten Malinau sampai dengan Sei Ular (Kabupaten Nunukan) tetap terjaga.

"Untuk proses perbaikan jalan yang ambles kami lakukan dengan cara menggali area yang rusak lalu membuang material tanah yang tidak stabil," tuturnya.

Setelah itu, petugas menimbun kembali area tersebut menggunakan material Lapis Pondasi Agregat Kelas S (LPS) dan timbunan tanah pilihan dari sekitar lokasi, lalu dilakukan pemadatan berlapis. Selain mengerahkan alat berat, BPJN Kaltara juga telah memasang rambu peringatan dan safety line demi keselamatan pengguna jalan.

"Soal perbaikan jalan secara utuh atau permanen, akan baru dilaksanakan setelah investigasi teknis oleh tim perencana selesai dilakukan dan menyesuaikan ketersediaan anggaran," katanya.

Pihak BPJN melaporkan di lapangan, kerusakan di dua titik tersebut dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi. Air yang melimpah membuat tanah dasar menjadi lemah dan jenuh air.

"Lokasinya berada di daerah lereng atau perbukitan yang rawan longsor. Ada pergerakan tanah atau longsoran dangkal sehingga terjadi penurunan dan retakan," kata Zais.

Motif kerusakan ini diakui sama dengan beberapa kejadian sebelumnya. Faktor utamanya adalah kondisi geologis dan geoteknik tanah yang lunak serta labil.

"Kedua titik jalan yang ambles ini diketahui berada di dalam satu zona geologi yang sama dengan karakter tanah yang rentan pergerakan," tuturnya.

"Seiring dengan berfungsinya kembali ruas jalan tersebut secara terbatas, kami, BPJN Kalimantan Utara mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan logistik untuk tetap berhati-hati saat melintas di area perbaikan," imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, jalan nasional di wilayah perbatasan sebelah Batu Mayau, Kecamatan Tulin Onsoi ini dilaporkan ambles parah hingga kedalaman sekitar 2 meter. Insiden tersebut membuat kendaraan berat dan truk logistik tak bisa lewat.

Camat Tulin Onsoi, Kristoforus Belake, membenarkan bahwa kerusakan tersebut terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi pada Rabu (8/4/2026).

"Aspal yang turun itu kurang lebih 2 meter. Akibat curah hujan tinggi semalam. Gorong-gorongnya mungkin tersumbat, sehingga airnya itu masuk ke badan jalan," ungkap Kristoforus saat itu.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads