Jalan nasional di wilayah perbatasan, tepatnya di sebelah Batu Mayau, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, ambles hingga kedalaman sekitar 2 meter. Kendaraan berat dan truk logistik tak bisa lewat.
Camat Tulin Onsoi, Kristoforus Belake, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut jalan ambles dan rusak parah itu terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi sejak semalam.
"Aspal yang turun itu kurang lebih 2 meter. Akibat curah hujan tinggi semalam. Gorong-gorongnya mungkin tersumbat, sehingga airnya itu masuk ke badan jalan," ujar Kristoforus saat dikonfirmasi detikKalimantan, Rabu (8/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kristoforus, estimasi panjang jalan yang ambles dan rusak mencapai 10 hingga 11 meter. Terdapat dua titik kerusakan utama, yakni di area tanjakan dan area bawah.
"Di titik tanjakan, kondisi aspal sudah pecah dan terbelah, menyisakan sebagian kecil badan jalan yang tersisa," terangnya.
Kondisi medan yang rusak parah membuat jalur ini tidak bisa dilewati kendaraan bermuatan besar, seperti truk pengangkut kelapa sawit maupun kendaraan logistik lainnya. Beberapa sopir dilaporkan sudah terjebak di lokasi selama belasan jam.
"Ada sopir dari Berau yang memuat tabung gas, itu dari jam 1 malam sampai sekarang belum bisa lewat ke Sungai Ular. Kalau mobil-mobil kecil seperti Gran Max atau mobil penumpang kecil serta roda dua masih bisa lewat, tapi setengah mati dan harus hati-hati karena terhalang tiang listrik," terangnya.
Jalur ini merupakan akses ekonomi vital dan satu-satunya penghubung menuju kawasan Sungai Ular dari arah Sebuku maupun Tulin Onsoi. "Masyarakat sangat bergantung pada jalan ini untuk mengangkut hasil pertanian, bahan sembako dan perkebunan kelapa sawit," terangnya.
Menyikapi kondisi darurat tersebut, Kristoforus mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional di Tanjung Selor. Saat ini, alat berat berupa ekskavator sedang dikerahkan dari basecamp di Simpang Korea menuju lokasi kejadian (TKP).
"Posisi Exa (ekskavator) sedang dalam perjalanan menuju ke TKP. Harapan kami dari masyarakat, kalau bisa secepatnya diperbaiki, minimal ada
penanganan sementara agar kendaraan bisa lewat dulu untuk mendukung perekonomian. Kami mengimbau masyarakat bersabar karena alat berat sedang dalam perjalanan," pungkas Kristoforus.
