Banjir 1 Meter Teror Juata Permai, Warga Tunggu Solusi Pemkot Tarakan

Banjir 1 Meter Teror Juata Permai, Warga Tunggu Solusi Pemkot Tarakan

Oktavian Balang - detikKalimantan
Selasa, 07 Apr 2026 21:41 WIB
Kondisi banjir di salah satu wilayah RT 21 Kelurahan Juata Permai, Tarakan. (dok Istimewa)
Foto: Kondisi banjir di salah satu wilayah RT 21 Kelurahan Juata Permai, Tarakan. (dok Istimewa)
Tarakan -

Warga RT 21, Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, terus menyuarakan keluhan terkait banjir yang tak kunjung usai di wilayah mereka. Mereka masih menunggu solusi dari Pemkot Tarakan.

Ketua RT 21 Juata Permai, Rus'an, mengungkapkan bahwa wilayahnya, khususnya di Blok A dan Blok B, mengalami dampak banjir yang cukup parah setiap kali hujan turun. Di beberapa titik, permasalahan banjir ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

"Kalau untuk di Blok B itu sudah bertahun-tahun mengalami banjir, maksimal ketinggian air sekitar 1 meter dan bisa menggenang berhari-hari. Sedangkan di Blok A, khususnya kawasan Lorong 7, sudah hampir 1 tahun ini sering kebanjiran dengan ketinggian air 20 hingga 50 sentimeter," ujar Rus'an kepada detikKalimantan di Kantor Kecamatan Tarakan Utara, Selasa (7/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rus'an, intensitas curah hujan menjadi faktor utama pemicu banjir. Namun, kondisi ini diperparah oleh pendangkalan parah pada aliran drainase yang mengarah ke Sungai Pungut serta embung yang berada di wilayah RT 21.

"Kondisi ini buat kami selalu waspada, apalagi Kalau sudah hujan, warga sudah siap-siap. Kita tidak tidur, apalagi kalau malam," keluhnya.

Rus'an menyayangkan minimnya tindakan dari pihak terkait. Meski keluhan sudah berulang kali diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan beberapa kali ada peninjauan lapangan, hingga kini belum ada realisasi fisik.

"Rencana normalisasi menuju rawa maupun pergantian gorong-gorong yang dijanjikan bertahun-tahun di Blok B tidak kunjung dieksekusi," terangnya.

"Mudah-mudahan masalah banjir ini bisa teratasi dengan secepatnya apabila embung yang ada di RT 21 direhabilitasi. Jangan sampai berlarut-larut, bisa-bisa kami tenggelam," harap Rus'an.

Menanggapi keluhan tersebut, Camat Tarakan Utara, Sisca Maya Crenata, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan DPUPR untuk melakukan tinjauan lapangan.

"Kami akan coba koordinasi dulu dengan teman-teman DPUPR karena secara teknis kewenangannya ada di sana. Jika diperlukan, kami akan turun bersama untuk melihat akses mana yang bisa digunakan untuk penanganan banjir ini," kata Sisca di Kantor Kecamatan Tarakan Utara.

Sisca mengakui adanya kendala di lapangan, termasuk adanya laporan mengenai warga yang keberatan jika lahan tanam tumbuhnya terdampak proyek normalisasi. Namun, ia memastikan pemerintah kecamatan akan tetap mendampingi tim teknis.

"Insyaallah akan ada tinjauan lapangan. Kami dari pihak kecamatan sifatnya mendampingi secara kewilayahan. Kami ingin memastikan titik mana yang tepat agar penanganan ini tidak simpang siur," tambahnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Banjir Rob Rendam 5 Desa di Sidoarjo, 2 Ribu Hektare Tambak Terdampak"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads