DAMRI buka suara terkait kecelakaan bus rute Sintang-Pontianak di turunan Penyeladi, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Insiden pada Minggu (5/4/2026) siang itu menewaskan satu penumpang dan menyebabkan 20 lainnya luka.
General Manager DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia memastikan pihak perusahaan turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan yang melibatkan armada kami," kata Ahmad dalam keterangan yang diterima detikKalimantan, Senin (6/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DAMRI mencatat, selain satu korban meninggal dunia, terdapat satu penumpang mengalami luka berat dan sejumlah lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Terkait penyebab kecelakaan, Ahmad menyebut saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Ahmad menyampaikan DAMRI mendukung penuh proses investigasi tersebut.
"Penyebab kejadian masih dalam proses investigasi. Kami berkomitmen mendukung penuh agar hasilnya jelas dan transparan," ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah langkah telah dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan. Mulai dari penanganan korban, evakuasi di lokasi kejadian, hingga koordinasi dengan rumah sakit dan aparat kepolisian.
Tak hanya itu, DAMRI juga memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga. Ke depan, DAMRI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek operasional dan keselamatan.
"Keselamatan dan keamanan pelanggan menjadi prioritas utama kami," janjinya.
Kecelakaan tunggal ini masih diselidiki Polres Satlantas Sanggau. Berdasarkan kronologi hasil pemeriksaan di lokasi, kecelakaan diduga karena rem blong.
Kasat Lantas Polres Sanggau, Iptu Andiet Tri Hatmojo menerangkan, hasil pemeriksaan sementara kecelakaan diduga karena rem blong. Bus sempat oleng ke arah kiri.
"Dalam upaya menghindari hal yang lebih buruk, sopir kemudian membanting setir ke kanan. Namun, manuver tersebut justru berujung pada kecelakaan tunggal," kata Andit.
Akibat kejadian itu, satu orang penumpang meninggal dunia di lokasi. Selain itu, 10 orang mengalami luka berat dan 10 lainnya luka ringan.
"Untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan keterangan para saksi," tegas Andit.
(aau/aau)
