Pakar Ungkap Cara Mitigasi Godzilla El Nino yang Ancam RI

Nasional

Pakar Ungkap Cara Mitigasi Godzilla El Nino yang Ancam RI

Devita Savitri - detikKalimantan
Jumat, 03 Apr 2026 13:59 WIB
Selama lebih dari setengah abad, istilah El NiΓ±o dan La NiΓ±a telah digunakan untuk menggambarkan pola iklim berdasarkan suhu air Samudra Pasifik. Namun saat ini, semakin banyak perhatian diberikan pada fenomena serupa yang terjadi di Samudra Atlantik bagian timur.
Ilustrasi El Nino dan La Nina. Foto: NOAA
Balikpapan -

Fenomena 'Godzilla El Nino' diperkirakan bakal terjadi di Indonesia. Pakar dan Guru Besar bidang Agroklimatologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Bayu Dwi Apri Nugroho mengungkap langkah-langkah mitigasinya.

Untuk diketahui, Godzilla El Nino adalah fenomena yang digunakan untuk menggambarkan intensitas El Nino yang sangat kuat. Prof Bayu menyebut El Nino pada dasarnya adalah bagian dari siklus iklim yang telah berlangsung lama.

Perubahan iklim dan pemanasan global membuat kemunculan El Nino sulit diprediksi. El Nino terkadang muncul bisa dalam kondisi normal, tapi ada kondisi yang membuatnya bisa menggila hingga timbul istilah Godzilla.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"El Nino itu sebenarnya siklus alami, sudah lama terjadi. Tapi sekarang polanya terasa makin cepat karena pemanasan global. Nah, kalau intensitasnya sudah sangat kuat, dampaknya pasti terasa ke pertanian, terutama dari sisi produksi," kata Bayu dikutip detikEdu dari laman UGM, Kamis (2/4/2026).

Komoditas pangan seperti padi dan jagung sangat membutuhkan air dalam jumlah besar untuk tumbuh. Ketika suplai air menurun, kedua tanaman tersebut tidak bisa berkembang secara optimal dan berisiko gagal panen.

Langkah Mitigasi Hadapi Godzilla El Nino

Untuk menghadapi hal tersebut, Bayu memberikan beberapa saran mitigasi, seperti:

1. Perkuat Komunikasi Petani-Penyuluh

Petani harus bisa mendapat akses informasi mengenai kondisi cuaca secara aktual. Selain itu, penyuluh pertanian bisa memberikan pilihan varietas yang bisa ditanam petani.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah pendampingan yang intensif. Melalui pendampingan ini, petani bisa terbantu dalam hal penyesuaian praktik di lapangan.

"Kuncinya ada di komunikasi petani dan penyuluh. Kalau informasinya jelas, petani bisa ambil keputusan yang lebih tepat di lapangan," urainya.

Menurut Bayu, Indonesia sudah punya pengalaman untuk menghadapi fenomena El Nino ekstrem pada 2024 lalu. Ia juga menyoroti berbagai program yang telah dijalankan untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

2. Penyediaan Informasi Cuaca Akurat

Langkah mitigasi lainnya adalah penyediaan informasi cuaca yang akurat. Hal ini perlu dilakukan bersama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga terkait.

Jika informasi sampai ke desa, tantangan hingga dampak cuaca ekstrem akan bisa ditangani. Bayu juga menegaskan perlunya pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan ketahanan sektor pangan.

Kolaborasi lintas sektor ini akan menjadi kunci dalam menghadapi Godzilla El Nino yang siap menghadang.

"Pemerintah melalui BMKG perlu memberikan early warning yang akurat hingga level desa, sementara perguruan tinggi harus terus didorong untuk menghasilkan inovasi varietas tahan kekeringan supaya dampak El Nino bisa ditekan," pungkasnya.

Baca artikel selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Antisipasi El Nino, Pramono Prioritaskan Ketahanan Pangan-Pencegahan ISPA"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads