Warga Krayan Tagih Janji Gubernur Kaltara Tambah Penerbangan Kargo

Warga Krayan Tagih Janji Gubernur Kaltara Tambah Penerbangan Kargo

Oktavian Balang - detikKalimantan
Jumat, 27 Mar 2026 13:30 WIB
Antrean hasil bumi yang hendak dikirim di Bandara Yuvai Semaring, Krayan, Kalimantan Utara.
Antrean hasil bumi hendak dikirim di Bandara Yuvai Semaring, Krayan, Kalimantan Utara. Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Nunukan -

Krisis transportasi udara di wilayah perbatasan Krayan, Kalimantan Utara, masih terjadi. Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang sempat menyatakan telah ada pesawat bantuan untuk mengangkut sembako. Namun, warga mengaku belum merasakan perubahan berarti.

Petani Krayan Barat, Medan Kristof, menceritakan sudah banyak warga mengantre di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, untuk mengantarkan hasil bumi yang hendak dijual di luar Krayan. Namun, akibat minimnya penerbangan kargo subsidi, hasil bumi warga yang hendak dijual terpaksa diangkut pulang kembali karena tidak bisa dikirim.

"Penerbangan kargo cuma seminggu dua kali, kadang-kadang malah cuma satu kali. Kalau memang ada penambahan penerbangan pesawat ke Krayan lagi, tentu lebih bagus. Tapi maksudnya pesawat yang dimaksud Pak Gubernur itu saya tidak tahu. Tidak ada perubahan," ujar Medan kepada detikKalimantan. Jumat (27/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Medan, ada pesawat Cassa TNI AU rute Long Bawan - Tarakan yang beroperasi dua minggu terakhir dengan tarif tiket Rp 500 ribu dan kargo Rp 15 ribu per kilogram. Namun, dia menilai rute dan kapasitasnya belum memenuhi kebutuhan pengangkutan sembako dan hasil bumi.

Sementara itu, Camat Krayan Roni Firdaus menyebut bahwa bantuan armada TNI sudah sangat menolong untuk menstabilkan harga sembako dan mengangkut penumpang yang tidak kebagian tiket pesawat subsidi (SOA). Namun, Roni mengatakan penerbangan tersebut belum memiliki jadwal yang pasti seperti yang dijanjikan Gubernur.

"Mengingat kembali bahwa pesawat subsidi hanya membatasi barang bawaan penumpang maksimal 15-20 kg, armada TNI menjadi alternatif vital. Terkait penerbangan yang diminta gubernur untuk melayani secara rutin atau terjadwal ia mungkin itu yang belum dinikmati masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengklaim telah melobi Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau). Dalam keterangan tertulisnya, Zainal mengatakan Kaltara diberi slot pesawat CN-235 untuk mengangkut sembako dan warga Krayan serta Apau Kayan.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads