Pria Viral 'Joget Cuan MBG' Minta Maaf, Klarifikasi Soal Rp 6 Juta per Hari

Regional

Pria Viral 'Joget Cuan MBG' Minta Maaf, Klarifikasi Soal Rp 6 Juta per Hari

Whisnu Pradana - detikKalimantan
Rabu, 25 Mar 2026 14:00 WIB
Aksi joget seorang pria pemilik dapur SPPG viral di media sosial dan membuat netizen geram. Dinarasikan seorang pria yang diketahui bernama Hendrik Irawan tersebut flexing penghasilan Rp 6 juta per hari dari usaha SPPG yang dimilikinya.

Badan Gizi Nasional pun merespons hal tersebut. Wakil Ketua BGN, Nanik S Deyang, menyebut pihaknya telah memberikan teguran keras. BGN juga telah men-suspend dapur miliknya lantaran tidak sesuai ketentuan petunjuk teknis (juknis).
Viral pria joget cuan MBG. Foto: Media Sosial
Bandung Barat -

Mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral karena konten joget cuan MBG Rp 6 juta menyampaikan permintaan maaf. Pria yang diketahui bernama Hendrik Irawan itu juga mengklarifikasi bahwa Rp 6 juta yang sempat diklaimnya sebagai 'pendapatan' itu adalah insentif dan bukan dari jatah MBG.

Dikutip detikJabar, Hendrik diketahui merupakan mitra MBG asal Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Ia viral karena video sedang berjoget di depan sebuah kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Di belakangnya terlihat para pekerja sedang membungkus paket MBG. Video tersebut diunggah pada 15 Maret 2026 lalu.

Sementara itu dalam unggahan terbarunya, Hendrik memohon maaf atas tindakannya berjoget-joget sampai viral. Hendrik menegaskan tidak bermaksud mencemarkan program MBG yang menjadi unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya Hendrik Irawan memohon maaf pada netizen, saya tidak masalah dihujat setiap hari, dan saya tidak ada tujuan melecehkan program Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Hendrik dalam unggahannya, dilihat Rabu (25/3/2026).

Pada video lainnya, Hendrik juga menyampaikan bahwa 'pendapatan' Rp 6 juta per hari yang disebutnya dalam postingan sebenarnya adalah insentif. Ia juga menegaskan tidak menggunakan uang negara dalam proses membangun SPPG.

"Jadi itu bukan kami dapat dari jatah MBG anak-anak, tapi itu insentif dari Pak Prabowo Subianto karena saya membangun dapur SPPG ini menggunakan uang saya sendiri. Saya tidak membangun SPPG ini menggunakan uang pemerintah," lanjutnya.

Sebelumnya, aksi Hendrik ini menuai kecaman publik karena dinilai memamerkan pendapatan harian Rp 6 juta per hari dari program MBG. Video tersebut juga diunggah ulang oleh akun-akun medsos lainnya. Tim detikJabar sempat berupaya menghubungi Hendrik secara langsung melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp tetapi tidak ada tanggapan hingga akhirnya Hendrik mengunggah permintaan maaf di media sosial.

Badan Gizi Nasional (BGN) juga menyayangkan aksi Hendrik yang dinilai 'overacting' atau berlebihan. Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan pihaknya langsung menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN untuk menemui pria tersebut dan memberi teguran keras. Dapur SPPG yang menjadi lokasi video tersebut juga ditutup sementara.

"Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikia. Mengapa harus overacting seperti itu, apalagi ada konten-konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD. Tentu kami akan memantau dapurnya," ujar Nanik, Selasa (24/3/2026).

Baca selengkapnya di detikJabar.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads