Sebuah kecelakaan tunggal menimpa mobil Isuzu Elf Microbus yang mengangkut sekitar 21-22 orang. Enam orang tewas dalam insiden tersebut.
Kecelakaan mobil elf terjadi di Jalan Raya Panjalu-Cikijing, Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka pada Senin (23/3) sekitar pukul 23.05 WIB.
Dikutip dari detikJabar, salah seorang korban selamat, Ratna Wulan, menceritakan detik-detik peristiwa terjadi. Rupanya, penumpang sempat mengingatkan sopir beberapa saat sebelum kecelakaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulanya, rombongan melakukan perjalanan ziarah pada Minggu pagi. Mereka berangkat sekitar pukul 06.00 WIB menuju wilayah Ciamis.
Setelah tiba di lokasi ziarah sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan sempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke Pangandaran. Perjalanan tersebut merupakan bagian dari kegiatan rombongan sebelum kembali pulang.
"Berangkat itu Minggu pagi jam enam ke daerah Ciamis buat ziarah. Sampai sana sekitar jam tujuh, terus setelah ziarah kita lanjut jalan-jalan ke Pangandaran," kata Ratna saat menceritakan pengalamannya, Selasa (24/3/2026).
Ratna menuturkan, rombongan kemudian meninggalkan Pangandaran sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka sempat kembali ke wilayah Ciamis pada malam hari untuk makan dan mengambil barang sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Ia menyampaikan, sebagian penumpang sempat menyarankan agar perjalanan ditunda terlebih dahulu karena sopir belum sempat beristirahat. Namun, perjalanan tetap dilanjutkan karena kendaraan tersebut sudah memiliki jadwal sewa berikutnya.
"Tadinya disuruh istirahat dulu karena belum sempat istirahat. Tapi sopirnya mau langsung pulang karena mobilnya sudah ada yang nyarter lagi," ujarnya.
Ratna mengatakan, dalam perjalanan pulang kendaraan melewati jalur yang jarang dilalui oleh rombongan tersebut. Saat perjalanan berlangsung, sebagian besar penumpang sudah tertidur karena kelelahan setelah aktivitas seharian.
Menjelang kejadian, ia mengingat ada beberapa penumpang yang sempat berteriak mengingatkan sopir agar tidak melaju terlalu kencang.
"Nenek sempat teriak bilang hati-hati, jangan bawa mobil kencang-kencang. Abah juga bilang pelan saja jangan ngebut," tuturnya.
Menurut Ratna, kondisi jalan saat itu juga licin setelah diguyur hujan. Tidak lama setelah peringatan tersebut terdengar, kecelakaan pun terjadi.
"Jalannya licin habis hujan. Setelah pada teriak itu langsung kejadian. Nggak tahu nabrak atau bagaimana, saya sudah nggak ingat lagi karena langsung nggak sadar," ucapnya.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Lantas AKP Pandu Surya Renata mengatakan, peristiwa bermula saat kendaraan yang membawa rombongan keluarga asal Karawang itu melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing. Penyebab kecelakaan dipicu oleh berbagai faktor.
"Kronologis kejadian bermula saat kendaraan Isuzu Elf yang dikemudikan oleh saudara Hasyim Adnan melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing. Saat melintasi jalanan yang licin serta menurun dan menikung tajam di Blok Maniis Tonggoh, pengemudi diduga dalam kondisi mengantuk dan kelelahan," kata Pandu dalam keterangan yang diterima detikJabar, Selasa (24/3/2026).
Di sisi lain, jelas Pandu, jarak pandang di lokasi kejadian saat itu sangat terbatas karena kabut tebal. Selain itu, aspal jalan dalam kondisi basah sehingga membuat kendaraan sulit dikendalikan.
"Kondisi cuaca di lokasi saat kejadian dilaporkan sedang turun kabut tebal dengan jarak pandang terbatas hanya sekitar 5 meter, serta aspal jalan yang basah," jelasnya.
Akibatnya, kendaraan tersebut hilang kendali dan oleng ke sebelah kanan hingga masuk ke dalam parit di pinggir jalan. Mobil kemudian terguling dengan posisi roda berada di atas.
(aau/aau)
