Sopir Tanpa Rehat Sebelum Elf Terguling Tewaskan 6 Orang di Majalengka

Sopir Tanpa Rehat Sebelum Elf Terguling Tewaskan 6 Orang di Majalengka

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Selasa, 24 Mar 2026 19:03 WIB
Para korban laka maut di Majalengka saat dibawa pulang ambulans ke Karawang.
Para korban laka maut di Majalengka saat dibawa pulang ambulans ke Karawang. (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Majalengka -

Korban selamat kecelakaan maut mobil Isuzu Elf di Jalan Raya Panjalu-Cikijing, Kabupaten Majalengka, menceritakan detik-detik sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi. Kecelakaan yang menewaskan enam orang itu terjadi pada Senin (23/3) sekitar pukul 23.05 WIB.

Salah seorang korban selamat Ratna Wulan mengatakan, rombongan sebelumnya melakukan perjalanan ziarah pada Minggu pagi. Mereka berangkat sekitar pukul 06.00 WIB menuju wilayah Ciamis.

Setelah tiba di lokasi ziarah sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan sempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke Pangandaran. Perjalanan tersebut merupakan bagian dari kegiatan rombongan sebelum kembali pulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berangkat itu Minggu pagi jam enam ke daerah Ciamis buat ziarah. Sampai sana sekitar jam tujuh, terus setelah ziarah kita lanjut jalan-jalan ke Pangandaran," kata Ratna saat menceritakan pengalamannya kepada detikJabar, Selasa (24/3/2026).

ADVERTISEMENT

Ratna menuturkan, rombongan kemudian meninggalkan Pangandaran sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka sempat kembali ke wilayah Ciamis pada malam hari untuk makan dan mengambil barang sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Ia menyampaikan, sebagian penumpang sempat menyarankan agar perjalanan ditunda terlebih dahulu karena sopir belum sempat beristirahat. Namun, perjalanan tetap dilanjutkan karena kendaraan tersebut sudah memiliki jadwal sewa berikutnya.

"Tadinya disuruh istirahat dulu karena belum sempat istirahat. Tapi sopirnya mau langsung pulang karena mobilnya sudah ada yang nyarter lagi," ujarnya.

Ratna mengatakan, dalam perjalanan pulang kendaraan melewati jalur yang jarang dilalui oleh rombongan tersebut. Saat perjalanan berlangsung, sebagian besar penumpang sudah tertidur karena kelelahan setelah aktivitas seharian.

Menjelang kejadian, ia mengingat ada beberapa penumpang yang sempat berteriak mengingatkan sopir agar tidak melaju terlalu kencang.

"Nenek sempat teriak bilang hati-hati, jangan bawa mobil kencang-kencang. Abah juga bilang pelan saja jangan ngebut," tuturnya.

Menurut Ratna, kondisi jalan saat itu juga licin setelah diguyur hujan. Tidak lama setelah peringatan tersebut terdengar, kecelakaan pun terjadi.

"Jalannya licin habis hujan. Setelah pada teriak itu langsung kejadian. Nggak tahu nabrak atau bagaimana, saya sudah nggak ingat lagi karena langsung nggak sadar," ucapnya.

Diketahui, kendaraan tersebut ditumpangi sekitar 21-22 orang. Enam orang tewas dalam insiden tersebut.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads